Jumat, 16 Agustus 2019

Menanti Kadoh Dari Indonesia Ketika Melawan Malaysia Di Piala AFF 2019

negaraqq - Menanti Kadoh Dari Indonesia Ketika Melawan Malaysia Di Piala AFF 2019 - Timnas Indonesia U-18 akan melawan Malaysia di babak semifinal Piala AFF U-18 di Stadion Thu Dau Mot, Sabtu (17/8), bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia.

Menanti Kadoh Dari Indonesia Ketika Melawan Malaysia Di Piala AFF 2019
Menanti Kadoh Dari Indonesia Ketika Melawan Malaysia Di Piala AFF 2019


Kemenangan Timnas Indonesia U-18 dalam laga tersebut tidak saja menempatkan tim asuhan Fakhri Husaini itu ke babak final, tetapi juga jadi kado spesial untuk pecinta sepak bola Indonesia dan khususnya masyarakat Indonesia.

Lebih dari itu lolos ke babak final akan manis untuk Indonesia. Karena, berada di final berarti sukses membalaskan dendam tahun lalu.


Di Piala AFF U-18 2018, Malaysia menjegal langkah Timnas Indonesia ke final dengan menang adu penalti 3-2. Sebelumnya kedua tim bermain imbang 1-1.

Paling tidak, dengan lolos ke babak berikutnya ada harapan untuk Garuda Nusantara memenangi turnamen ini setelah di tahun lalu harus puas menempati peringkat ketiga.

Meski demikian mengalahkan Malaysia yang merupakan runner up Grup B akan jadi tantangan besar bagi Bagus Kahfi dan kawan-kawan.

Harimau Muda ke semifinal dengan catatan menelan dua kekalahan di fase grup dengan meraih tiga kemenangan. Tetapi, satu kemenangan itu didapat usai menumbangkan Australia 3-0.

Malaysia juga memiliki penyerang tangguh Luqman H. Shamsudin. Pemain bernomor punggung 10 itu dibekali skill yang ciamik untuk level pemain U-18.
Selain penyelesaian akhir yang bagus, Luqman juga punya dribel dan kecepatan yang mumpuni. Lini belakang Timnas Indonesia U-18 patut waspada dengan keunggulan Malaysia yang satu itu.

Salah satu titik yang bisa dimanfaatkan Indonesia dari Malaysia adalah lini belakang lawan. Walaupun hanya kebobolan tiga gol, tetapi lini belakang sejatinya jadi salah satu sektor lemah Malaysia sejauh ini.

Saat melawan Vietnam, pertahanan Malaysia kerap keteteran dengan umpan-umpan terobosan, terutama terobosan lambung dari lawan. Menembus dari sisi sayap lalu melakukan umpan tarik untuk kemudian melepaskan tembakan bisa jadi salah satu solusi Indonesia untuk mendapatkan peluang gol dari Malaysia.

Kondisi ini bisa dimanfaatkan trio gelandang Timnas Indonesia: Brylian Aldama, Rendy Juliansyah, dan Beckham Putra untuk melepaskan umpan terobosan yang akurat bagi tiga pemain di lini depan.

Dengan begitu Fajar Fathu Rachman dan Bagus Kahfi juga perlu bersiap menerima serta mengejar umpan-umpan langsung tersebut. Termasuk striker Sutan Zico.

Jika tidak bisa langsung berhadapan dengan kiper lawan, tiga pemain di depan bisa mengembalikan bola ke belakang untuk dieksekusi pemain-pemain lini tengah dengan tembakan dari luar kotak penalti.

Pressing ketat bisa jadi salah satu kunci bagi Timnas Indonesia U-18 memenangi pertandingan melawan Malaysia, seperti yang dilakukan Thailand di fase grup.
Pada pertandingan terakhir di Grup B, Thailand menang tipis 1-0 lewat Sitthinan Rungrueang di menit ke-69.

Rungrueang membobol gawang Malaysia memanfaatkan kesalahan kapten sekaligus kiper utama Firdaus M Fadhil.

Fadhil yang menerima backpass dari pemain belakang salah dalam melakukan kontrol bola. Rungrueang pun langsung memberikan pressing ketat. Fadhil gagal membuang bola, dan langsung direbut Rungrueang. Dengan tenang pemain bernomor punggung 9 itu menembakkan bola ke gawang lawan dari luar kotak penalti.

Saat melawan Malaysia, Timnas Indonesia U-18 perlu memanfaatkan peluang sekecil apa pun menjadi gol. Jika tidak, penyakit kebobolan lebih dahulu bisa terjadi di laga nanti.

Contoh itu terjadi di pertandingan terakhir Grup A saat melawan Myanmar. Sepanjang babak pertama Garuda Nusantara mendominasi permainan dan memiliki banyak peluang gol, tetapi tetap tidak bisa unggul.

Agen Dominobet - Justru Myanmar yang sesekali mendapatkan peluang bisa unggul lebih dahulu lewat gol Hein Htet Aung di menit ke-50. Beruntung Timnas Indonesia bisa membalas lewat gol tendangan bebas Rizky Ridho Ramadhani di menit ke-68.

Pelatih Fakhri Husaini juga perlu mencari obat agar pemainnya bisa tetap bermain tenang dan dengan cepat keluar dari tekanan lawan.

Maklum Timnas Indonesia U-18 sempat kesulitan saat menghadapi lawan yang bermain agresif dan menerapkan pressing ketat. Hal itu terlihat saat melawan Laos.

Permainan agresif sukses membuat Laos unggul lebih dahulu di menit ke-70 lewat gol Alounnay Lounlasy.

Tetapi usai keluar dari pressing lawan, Indonesia bisa menyamakan kedudukan dua menit kemudian lewat Bagus Kahfi (72'). Gol kemenangan Timnas Indonesia U-18 lahir dari bunuh diri Anoulack Vannalath di menit injury time.

Jika bisa memanfaatkan peluang dengan apik dan keluar dari tekanan lawan, bisa jadi tiket ke final Piala AFF U-18 2019 akan ada dalam genggaman Timnas Indonesia U-18. Dengan begitu, kado indah pun bisa diberikan untuk HUT ke-74 Republik

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support