Sabtu, 08 Juni 2019

Neymar Yang Makin Menjauh Dari Orbit Ballon D'or 2019

agen casino - Neymar Yang Makin Menjauh Dari Orbit Ballon D'or 2019 - Kenyataan pahit harus dialami Neymar hanya sepekan jelang timnas Brasil tampil di Copa America 2019. Bintang Paris Saint-Germain itu mengalami cedera engkel yang memaksanya absen dari turnamen paling bergengsi di Amerika Selatan.

Neymar Yang Makin Menjauh Dari Orbit Ballon D'or 2019
Neymar Yang Makin Menjauh Dari Orbit Ballon D'or 2019


Cedera tersebut dialami striker 27 tahun itu saat laga uji coba melawan Qatar di Stadion Mane Garrincha, Brasil, 6 Juni lalu. Dalam laga yang dimenangi timnas Brasil 2-0, Neymar hanya bermain selama 17 menit.

Ia menderita cedera engkel setelah berduel dengan pemain Qatar Assim Madibo pada menit ke-16. Posisinya kemudian digantikan oleh penyerang Gremio, Everton Soares.

Beberapa jam usai pertandingan, Asosiasi Sepak Bola Brasil (CBF) menyatakan Neymar mengalami cedera retak tulang ligamen di bagian engkel dan dipastikan absen pada Copa America 2019.

"Neymar tidak akan pulih tepat waktu untuk tampil di Copa America karena cedera yang serius," bunyi pernyataan resmi CBF seperti dilansir Reuters.

Ekspresi Neymar yang menangis saat ditarik keluar pelatih timnas Brasil, Tite, menyiratkan kekecewaan mendalam. Ini wajar apabila mengacu performa pemain termahal dunia itu yang makin merosot sejak meninggalkan Barcelona pada 2017.

Sejak bergabung dengan PSG, Neymar sudah sembilan kali mengalami cedera. 'Rapuhnya' Neymar membuat ia kerap absen dan tidak bisa tampil di level maksimal.

Selain itu pemain yang kali pertama mencuat namanya di Santos kerap tersandung persoalan indisipliner. Belum lagi, trik yang dilakukan Neymar seringkali dianggap meremehkan lawan.

Sejak awal tahun ini persoalan cedera dan tindakan indispliner seolah tidak berhenti menerpa Neymar. Pada Januari lalu bintang kelahiran Mogi das Cruzes itu harus menepi dua bulan karena cedera metatarsal.

casino online - Cedera itu membuat Neymar melewatkan laga kontra Manchester United di babak 16 besar Liga Champions. Meski tidak bisa bermain, Neymar tetap memberikan dukungan dari tribune saat PSG menjamu Man United pada leg kedua 16 besar, Maret lalu.

Saat PSG tertinggal secara agregat di kandang sendiri, Neymar mendadak ada di samping lapangan. Sialnya, ia bertindak berlebihan saat klaim penalti PSG ditolak dengan menghina wasit asal Slovenia, Damir Skomina.

UEFA pun menjatuhkan sanksi berupa larangan tampil di tiga pertandingan untuk Neymar yang efektif berlaku musim depan.

Sebulan berselang, Neymar kembali bikin ulah dengan memukul seorang fan usai PSG kalah adu penalti dari Rennes di final Piala Prancis. Aksi tak pantas itu berujung hukuman larangan tampil dalam tiga laga di kompetisi domestik.

Nasib buruk seolah belum mau pergi dari Neymar pascacerita tak enak tersebut. Kini, ia dipastikan gagal tampil di Copa America 2019, ajang yang kali terakhir dimenangi timnas Brasil pada 2007.

Beragam masalah itu membuktikan Neymar tidak pernah benar-benar bisa jadi bintang di PSG. Padahal ia direkrut Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi dengan nilai transfer €220 juta agar bisa mengantarkan Les Parisiens merajai Liga Champions.
Kabarnya Neymar rela pergi ke PSG karena tidak ingin terus berada dalam bayang-bayang bintang Barcelona, Lionel Messi.

"Menurut pendapat saya dia pergi karena berada dalam bayang-bayang Messi. Saya pikir dia ingin memenangi Ballon d'Or," ucap Jeremy Mathieu, mantan rekan setim Neymar di Barcelona.

PSG selalu gagal di Liga Champions dan jumlah gol Neymar di semua ajang tidak pernah melebihi 30 gol dalam dua musim terakhir. Padahal, saat masih berseragam Barcelona ia pernah dua kali mencetak lebih dari 30 gol semusim.

Di musim 2014/2015, Neymar menjaringkan 39 gol di semua kompetisi saat Blaugrana meraih tiga gelar; Liga Champions La Liga Spanyol, dan Copa del Rey. Semusim berselang, Neymar menutup musim dengan torehan 31 gol.

judi Online - Empat musim di Barcelona, Neymar dua kali menempati posisi ketiga dalam daftar pemain terbaik dunia tahun 2015 dan 2017. Trio Messi, Luis Suarez, dan Neymar atau yang kerap disebut MSN berhasil membuat takut tim manapun.

Performa impresif di Barcelona itu membuat keputusan Neymar pergi ke PSG seperti sebuah langkah mundur dalam kariernya. Di saat Messi dan Cristiano Ronaldo masih sibuk bersaing jadi pemain terbaik dunia, Neymar malah kian menjauh dari orbit.

Dalam perebutan gelar Ballon d'Or 2018, Neymar malah hanya menempati posisi ke-12. Neymar bahkan terpaut jauh dari rekan setimnya, Kylian Mbappe, yang menempati peringkat keempat Ballon d'Or 2018 yang dimenangi gelandang Real Madrid dan timnas Kroasia, Luka Modric.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support