• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 31 Maret 2019

Jelang MotoGP 2019 Podium Argentina Jadi Perayaan 23 Tahun Debur Rossi 2019

Jelang MotoGP 2019 Podium Argentina Jadi Perayaan 23 Tahun Debur Rossi 2019 - Podium kedua di MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (31/3), menjadi perayaan debut Valentino Rossi di level grand prix pada 23 tahun silam.

Jelang MotoGP 2019 Podium Argentina Jadi Perayaan 23 Tahun Debur Rossi 2019
Jelang MotoGP 2019 Podium Argentina Jadi Perayaan 23 Tahun Debur Rossi 2019


Valentino Rossi finis kedua di MotoGP Argentina di belakang Marc Marquez setelah memenangi persaingan dengan Andrea Dovizioso di lap terakhir. Rossi memulai balapan di kelas grand prix ketika tampil di GP Malaysia kelas 12cc di tahun 1996.

Ketika itu The Doctor yang membalap bersama tim Scuderia AGV Aprilia finis di peringkat keenam.

Di musim perdananya tersebut Rossi hanya sukses memenangi satu balapan dari 15 seri yang diikuti dan mengumpulkan 111 poin serta menempati peringkat kesembilan klasemen akhir.

Meski begitu, peningkatan terus ditunjukkan pebalap asal Italia ini. Di musim berikutnya Rossi keluar sebagai juara kelas 125cc setelah memenangi 11 balapan dan mengumpulkan 321 poin.

Hanya dua musim di kelas 125cc, Rossi naik kelas ke 250cnn pada 1998. Pada musim pertama di 250cc pebalap 40 tahun ini menempati posisi runner up, dan kembali juara di musim berikutnya.

Rossi juga tidak berlama-lama di kelas 250cc karena langsung naik ke 500cc di musim 2000 bersama tim Nastro Azurro Honda dan menempati posisi runner up.

Baru satu musim di 500cc tidak membuat Rossi canggung di musim berikutnya dan keluar sebagai juara di akhir musim 2001 setelah memenangi 11 balapan dengan mengumpulkan 325 poin.

Kini setelah 23 tahun mengaspal di kejuaraan dunia balap motor, Rossi sudah mengoleksi sembilan gelar juara dunia dengan enam di antaranya di era MotoGP.

"Saya melihat gambar-gambar pagi ini dan itu sangat lucu karena seperti di era lain, itu [gambar] hitam putih di televisi," ucap Rossi dikutip dari Crash.

"Di bagian pertama dalam karier saya, saya memenangkan banyak balapan, banyak kejuaraan, dan Anda tiba di satu titik yang lebih sulit karena tiba lawan yang lebih muda dan lebih kuat," Rossi menambahkan.
Share:

Muh Salah Masi Di Ambang Dalam Kutukan Minim Gol Ke Gawang Klub Besar 2019

Muh Salah Masi Di Ambang Dalam Kutukan Minim Gol Ke Gawang Klub Besar 2019 - Penyerang Mohammed Salah kembali gagal mencetak gol saat Liverpool menang tipis 2-1 atas Tottenham Hotspur dalam lanjutan pertandingan Liga Primer Inggris di Stadion Anfield, Minggu (31/3).

Muh Salah Masi Di Ambang Dalam Kutukan Minim Gol Ke Gawang Klub Besar 2019
Muh Salah Masi Di Ambang Dalam Kutukan Minim Gol Ke Gawang Klub Besar 2019


Gol kemenangan The Reds dicetak Roberto Firmino pada menit ke-16 usai memanfaatkan assist Andrew Robertson dan gol bunuh diri Toby Alderweireld. Sedangkan Tottenham hanya bisa membalas lewat gol Lucas Moura menit ke-70.

Meski hampir bermain penuh, namun Salah tidak juga mencetak gol dalam pertandingan tersebut. Striker asal Mesir itu digantikan Dejan Lovren di menit ke-90+4.

Melawan Tottenham merupakan laga ke-18 bagi Salah tanpa mencetak gol di Liga Primer Inggris. Sejauh ini mantan pemain AS Roma itu minim gol ke gawang tim-tim besar Liga Inggris.

Di musim ini tercatat baru Arsenal yang bisa dibobol Salah di musim 2018/2019. Salah mencetak gol ke gawang Arsenal pada akhir Desember lalu, itu pun lewat titik penalti saat Liverpool menang 5-1.

Saat tim asuhan Juergen Klopp itu berhadapan dengan tim-tim di klasemen empat besar sementara seperti: Manchester United, Manchester City, hingga Tottenham, Salah berada dalam kutukan absen cetak gol.

Di Liga Primer Inggris saat musim ini Salah sudah mencetak 17 gol dari 31 pertandingan. Gol terbanyak Salah di musim ini dicetak ke gawang Bournemouth dengan torehan tiga gol saat Liverpool menang 4-0 pada awal Desember.

Total gol Salah sama dengan dengan ditorehkan Pierre-Emerick Aubameyang, Harry Kane, dan rekan setimnya Sadio Mane. Puncak klasemen pencetak gol terbanyak Liga Inggris saat ini masih menjadi milik Sergio Aguero dan Man City yang mengoleksi 19 gol.
Share:

Jumat, 29 Maret 2019

Berikut Jadwal Siaran Langsung Pertandingan Liga Inggris Liverpool Vs Tottenham 2019

Berikut Jadwal Siaran Langsung Pertandingan Liga Inggris Liverpool Vs Tottenham 2019 - Liga Primer Inggris kembali bergulir akhir pekan ini setelah jeda internasional. Liverpool vs Tottenham Hotspur menjadi pertandingan terbesar dan berikut jadwal siaran langsung laga tersebut.

 Berikut Jadwal Siaran Langsung Pertandingan Liga Inggris Liverpool Vs Tottenham 2019



Liverpool akan menjamu Tottenham di Stadion Anfield, Minggu (31/3) malam. Kickoff pertandingan Liverpool vs Tottenham akan berlangsung mulai pukul 22.30 WIB. Siaran langsung Liverpool vs Tottenham bisa disaksikan melalui layar kaca RCTI.

Liverpool saat ini masih memuncaki klasemen Liga Inggris dengan torehan 76 poin. The Reds hanya unggul dua poin atas Manchester City yang masih memiliki keunggulan satu pertandingan.

Sementara Tottenham berada di posisi ketiga dengan 61 poin. Tim asuhan Mauricio Pochettino itu menelan tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir di Liga Inggris.

Tim-tim besar Liga Inggris akan menghadapi lawan yang di atas kertas di bawah mereka. Manchester City akan bertandang ke markas Fulham, Manchester United akan menjamu Watford, Chelsea akan melawan Cardiff City dan Arsenal menjamu Newcastle United.

Posisi di papan atas klasemen Liga Inggris, mulai dari peringkat tiga hingga enam, bisa terjadi akhir pekan ini. Pasalnya, Tottenham hanya unggul satu poin atas Arsenal yang berada di posisi keempat.

Man United yang berada di posisi kelima juga bisa menembus zona Liga Champions jika mampu mengalahkan Watford. Pasalnya, The Red Devils hanya tertinggal dua poin dari Arsenal. Sementara Chelsea ada di posisi enam dengan hanya terpaut satu poin dari Man United.

Jadwal Liga Inggris akhir pekan ini:

Sabtu 30 Maret 2019

19:30 Fulham vs Manchester City
22:00 Brighton & Hove Albion vs Southampton
22:00 Burnley vs Wolverhampton Wanderers
22:00 Crystal Palace vs Huddersfield Town
22:00 Leicester City vs AFC Bournemouth
22:00 Manchester United vs Watford

Minggu 31 Maret 2019

00:30 West Ham United vs Everton
20:05 Cardiff City vs Chelsea
22:30 Liverpool vs Tottenham Hotspur

Senin 1 April 2019

02:00 Arsenal vs Newcastle United
Share:

Jelang MotoGP Argetina 2019 Berikut Empat Kontroversi Di Rio20

Jelang MotoGP Argetina 2019 Berikut Empat Kontroversi Di Rio 2019 - MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo selalu memunculkan kontroversi dalam beberapa tahun terakhir. Setidaknya ada empat kontroversi terjadi dalam seri balapan MotoGP Argentina sejak 2015.

Jelang MotoGP Argetina 2019 Berikut Empat Kontroversi Di Rio 2019
Jelang MotoGP Argetina 2019 Berikut Empat Kontroversi Di Rio 2019


Dalam empat musim terakhir selalu terjadi kontroversi di MotoGP Argentina, termasuk melibatkan Valentino Rossi vs Marc Marquez dalam dua insiden. Berikut keempat kontroversi tersebut:

1. Rossi vs Marquez Jilid Pertama

Perseteruan Rossi dan Marquez kali pertama terjadi pada MotoGP Argentina 2015. Semuanya bermula di antara tikungan kelima dan enam, ketika balapan menyisakan dua lap. Rossi dan Marquez bersaing ketat untuk memperebutkan posisi pertama. Setelah bersenggolan saat memasuki tikungan kelima, Marquez kemudian mengalami kecelakaan sebelum memasuki tikungan setelah ban depannya mengenai ban belakang Rossi.

Rossi mengakhiri balapan sebagai pemenang, sementara Marquez gagal finis. Insiden itu yang kemudian menyulut kontroversi di MotoGP 2015 ketika Rossi menuduh Marquez membantu Jorge Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia. Rossi mengklaim Marquez marah atas insiden di MotoGP Argentina 2015.

2. Duo Ducati Tabrakan

Satu musim berikutnya giliran duo pebalap Ducati, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone, yang mengalami nasib nahas pada 4 April 2016. Jelang garis finis atau tepatnya di dua tikungan terakhir di lap terakhir, Iannone menabrak motor Dovizioso.

Iannone yang menduduki posisi tiga mencoba melewati Dovi dari dalam. Alih-alih membalap sang rekan setim, Desmosedici GP16 milik Iannone justru menyeruduk motor Dovizioso. Alhasil Ducati kehilangan dua posisi podium. Podium kedua kemudian diraih Rossi dan Dani Pedrosa meraih podium terakhir.

3. Dovizioso Kembali Sial

Untuk dua musim beruntun Dovizioso sial di MotoGP Argentina. Jika pada musim 2016 pebalap asal Italia ditabrak Iannone, pada musim 2017 Dovizioso ditabrak pebalap Aprilia Aleix Espargaro.

Insiden antara Dovizioso dan Espargaro terjadi pada lap ke-15. Motor Espargaro tergelincir dan kemudian menghantam motor Dovizioso di tikungan kelima.

4. Rossi vs Marquez Jilid Kedua

Kontroversi terjadi di MotoGP Argentina 2018 dan kembali melibatkan Rossi vs Marquez. Balapan menyisakan empat lap, Marquez menabrak Rossi di tikungan 13 dari sisi dalam hingga The Doctor terjatuh dalam perebutan posisi keenam.

Usai balapan Rossi menganggap Marquez sengaja menabraknya. The Baby Alien kemudian mendapat hukuman penalti 30 detik. Meski begitu Marquez tetap finis di posisi ke-18 atau satu posisi lebih baik daripada Rossi.

Marquez sempat berusaha minta maaf kepada Rossi dengan mendatangani garasi Yamaha. Namun, Marquez diusir oleh Uccio Salucci yang merupakan tangan kanan Rossi.
Share:

Kamis, 28 Maret 2019

Lorenzo Takut Kecelakaan Saat Bertanding di MotoGP Argentina 2019

Lorenzo Takut Kecelakaan Saat Bertanding di MotoGP Argentina 2019 - Pebalap Repsol Honda Jorge Lorenzo mengaku takut mengalami kecelakaan di MotoGP Argentina di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Minggu (31/3).

Lorenzo Takut Kecelakaan Saat Bertanding di MotoGP Argentina 2019
Lorenzo Takut Kecelakaan Saat Bertanding di MotoGP Argentina 2019


Lorenzo berharap tidak lagi terjatuh di MotoGP Argentina agar pemulihan cederanya berjalan dengan baik.

Saat ini pebalap asal Spanyol itu memiliki dua cedera yang belum pulih dengan benar, pergelangan tangan kiri dan tulang rusuk kanan.

Karena itu untuk bisa benar-benar sembuh dan dapat bersaing di MotoGP 2019 Lorenzo berharap untuk tidak terjatuh lagi di MotoGP Argentina.

Lorenzo sempat mengalami kecelakaan di latihan bebas dan kualifikasi MotoGP Qatar. Kecelakaan itu memperparah cedera pergelangan tangannya.

"Tentu saja, saya akan mencoba untuk tidak kecelakaan lagi," ujar Lorenzo dikutip dari Motorsport.

"Karena saya menghitung, satu atau dua balapan lagi untuk bisa benar-benar fit. Jadi, penting, sangat penting tidak kecelakaan lagi," Lorenzo menambahkan.

Rekan setim Marc Marquez itu mengaku masih merasakan sakit ketika mengerem dan mengubah arah. Karena itu juga pebalap 31 tahun tersebut menggunakan obat penghilang sakit.

Akan tetapi mengenai cedera pergelangan tangan kiri Lorenzo merasa sudah lebih baik dari yang dirasakannya saat MotoGP Qatar.

"Tentu saja obat penghilang rasa sakit banyak membantu, tetapi tidak semua [rasa sakit hilang]," ucap Lorenzo.

"Saya masih belum bisa melakukan push-up karena tekanan pada dalam pergelangan tangan, masih menyakitkan. Tapi saya rasa, di atas motor saya akan merasa lebih baik daripada di Qatar, [itu] tidak terlalu mengganggu saat di atas motor," Lorenzo melanjutkan.

Meski akan lebih waspada di Termas de Rio Hondo, namun rekan setim Marc Marquez ini akan tetap menargetkan hasil terbaik di MotoGP Argentina nanti.
Share:

Berikut Kematian Garrido, Rossi Vs Marquez Di MotoGP Argentina 2019

Berikut Kematian Garrido, Rossi Vs Marquez Di MotoGP Argentina 2019 - Tidak ada pertanyaan seputar insiden tabrakan Valentino Rossi vs Marc Marquez musim lalu pada konferensi pers MotoGP Argentina 2019 di Sirkuit Termas De Rio Hondo, Jumat (29/3) dini hari WIB.

Berikut Kematian Garrido, Rossi Vs Marquez Di MotoGP Argentina 2019
Berikut Kematian Garrido, Rossi Vs Marquez Di MotoGP Argentina 2019


Insiden tabrakan Rossi dan Marquez pada balapan MotoGP Argentina musim lalu kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Semula, diprediksi akan ada pertanyaan seputar insiden yang membuat hubungan Rossi dan Marquez itu kembali memanas dalam konferensi pers dini hari tadi.

Prediksi itu muncul karena Rossi dan Marquez hingga kini belum berdamai sejak insiden di MotoGP Argentina musim lalu. Bahkan dalam perjalanannya Rossi pernah menolak ajakan jabat tangan Marquez.

Namun tidak sesuai prediksi, tidak ada satu pun jurnalis yang mengajukan pertanyaan seputar insiden tabrakan atau hubungan Rossi vs Marquez di konferensi pers. Hal itu diyakini terkait kematian pebalap muda Spanyol Marcos Garrido pekan lalu.

Garrido meninggal di rumah sakit tidak lama setelah mengalami kecelakaan pada balapan AndalucĂ­a SuperSport 300 di Sirkuit Jerez, Spanyol. Garrido meninggal di usia 14.

Pihak MotoGP biasanya meminta para wartawan untuk tidak menanyakan hal yang sensitif jika ada kabar duka yang terjadi. Hal itu pernah terjadi ketika pebalap Moto2 Luis Salom meninggal pada latihan bebas GP Catalonia 2016.

Rossi sendiri mengomentari kematian Garrido dalam konferensi pers MotoGP Argentina. The Doctor tidak memungkiri ajang balap motor adalah olahraga yang berbahaya.

"Olahraga kami berbahaya, tapi saya pikir akan lebih bahaya menunggangi skuter di jalanan daripada di atas sirkuit. Terkait usia Garrido, saya pikir tidak ada perbedaan untuk menjadi pebalap di usia 14, 15 atau 16," ujar Rossi dikutip dari GP One.

Share:

Pebalap Terkenal Italy Valentino Rossi Dan Empat Rekor Di MotoGP Argentina 2019

Pebalap Terkenal Italy Valentino Rossi Dan Empat Rekor Di MotoGP Argentina 2019 - Pebalap Yamaha Valentino Rossi memiliki empat rekor luar biasa di MotoGP Argentina jelang balapan di Sirkuit Termas De Rio Hondo, Senin (1/4) dini hari WIB.

Pebalap Terkenal Italy Valentino Rossi Dan Empat Rekor Di MotoGP Argentina 2019
Pebalap Terkenal Italy Valentino Rossi Dan Empat Rekor Di MotoGP Argentina 2019


MotoGP Argentina yang berlangsung Jumat (29/3) hingga Senin dini hari menjadi seri kedua MotoGP 2019. Balapan di Sirkuit Termas De Rio Hondo selalu menyajikan insiden menarik hampir di setiap tahunnya, termasuk insiden tabrakan Rossi dengan Marc Marquez musim lalu.

Setidaknya ada empat rekor yang dimiliki Rossi di MotoGP Argentina jelang balapan di Sirkuit Termas De Rio Hondo pada Senin dini hari. Berikut keempat rekor tersebut yang dikutip dari berbagai sumber:

1. Valentino Rossi akan menjalani balapan ke-325 pada ajang kelas primer Grand Prix (500cc/MotoGP) di MotoGP Argentina 2019. Rossi unggul jauh atas Alex Barros yang mengoleksi 245 start di kelas primer. Total, The Doctor sudah menjalani 384 balapan pada tiga kelas ajang Grand Prix sejak 1996.

2. Rossi merupakan satu-satunya pebalap di MotoGP 2019 yang pernah tampil di GP Argentina saat masih digelar di Sirkuit Buenos Aires. MotoGP Argentina digelar di Buenos Aires hingga 1999 sebelum kembali digelar di Termas De Rio Hondo mulai 2014.

3. Rossi juga menjadi satu-satunya pebalap dalam sejarah Grand Prix Balap Motor yang pernah meraih kemenangan GP Argentina di dua sirkuit berbeda, Buenos Aires dan Termas De Rio Hondo. Rossi meraih kemenangan di kelas 250cc pada musim 1998 di Buenos Aires dan merebut kemenangan MotoGP 2015 di Rio Hondo.

4. Di antara 19 sirkuit di MotoGP 2019, Sirkuit Termas De Rio Hondo merupakan satu-satunya trek di mana Rossi masih memegang rekor lap. Rekor itu diciptakan Rossi pada MotoGP Argentina 2015 dengan catatan waktu 1 menit 39,019 detik.

Share:

Pebasket Legend Michael Jordan Tolak 14 Miliar Karena Alasan Lucu 2019

Pebasket Legend Michael Jordan Tolak 14 Miliar Karena Alasan Lucu 2019 - Legenda NBA, Michael Jordan, pernah menolak tawaran menjadi bintang iklan produk daging babi dan kacang merah senilai US$1 juta atau sekitar Rp14 miliar karena alasan yang lucu.

Pebasket Legend Michael Jordan Tolak 14 Miliar Karena Alasan Lucu 2019
Pebasket Legend Michael Jordan Tolak 14 Miliar Karena Alasan Lucu 2019


Dikutip dari Complex, cerita Jordan menolak bayaran US$1 juta terungkap dalam wawancara dengan Mark Vancil dari Playboy. Jordan menjawab pertanyaan terkait produk yang pernah ditolaknya untuk jadi bintang iklan. Pemilik Charlotte Hornets itu mengaku pernah menolak Beanee Weenies.

Jordan mengatakan Beanee Weenies yang merupakan produk daging babi dan kacang merah melakukan pendekatan dengan bintang Chicago Bulls tersebut selama dua sampai tiga tahun. Pendekatan tersebut dilakukan lewat pihak dari produk gandum, Quacker Oats.

Saat itu Quacker Oats dan Beanee Weenies merupakan produk milik perusahaan Stokely-Van Camp.

"Quaker Oats datang kepada saya untuk mendukung [produk] daging babi dan kacang merah [Beanee Weenies] dari Van Kamp. Apakah Anda pernah mendengar daging babi dan kacang merah dari Beanee Weenies? Nilai untuk mendukung produk itu hampir mencapai kesepakatan untuk $1 juta [sekitar Rp14 miliar dengan nilai tukar saat ini]," kata Jordan.

Jordan mengaku menolak bayaran US$1 juta hanya karena tidak ingin terlihat buruk di depan kamera saat mengucapkan Beanee Weenies.

"Lalu saya berpikir, 'Beanee Weenies?' Bagaimana saya bisa berdiri di depan kamera dan mengatakan saya akan makan Beanee Weenies? Jika saya ingin menjadi seorang pengusaha yang keras kepala, saya bisa saja menyepakati banyak hal. Seperti yang saya lakukan dengan Johnson Products," katanya menambahkan.

Selain Beaneee Weenies, Jordan juga memiliki pengalaman buruk dengan Johnson Products.

"Saya sudah sepakat dengan mereka [Johnson Products] untuk produk perawatan rambut mereka. Saya memiliki dua atau tiga tahun lagi dalam kesepakatan itu ketika saya mulai kehilangan rambut saya," ucap dia.

"Tetapi jika saya ingin serakah. Saya bisa saja mengatakan, 'Persetan dengan [produk] Anda, Anda tidak tahu rambut saya rontok sehingga Anda berutang kepada saya.' Tetapi saya tidak melakukan itu," ucapnya melanjutkan.

Lebih lanjut, Jordan menyampaikan ketentuan dia saat mendukung sebuah produk.

"Waktu sangat penting bagi saya, sama pentingnya seperti kepercayaan kepada produk yang saya dukung. Jika saya mendukung McDonald, saya pergi ke McDonald. Jika saya mendukung Wheaties, saya makan Wheaties," ujar Jordan.

"Jika saya mendukung Gatorade, saya minum Gatorade. Saya suka minum Gatorade. Saya tidak mendukung apa pun yang sebenarnya tidak saya gunakan," ujar Jordan.
Share:

Selasa, 26 Maret 2019

Dua Pekan Sudah Berlalu Dovizioso Dinyatakan Menang di MotoGP Qatar 2019

Dua Pekan Sudah Berlalu Dovizioso Dinyatakan Menang di MotoGP Qatar 2019 - Pebalap Ducati Andrea Dovizioso akhirnya dinyatakan sebagai pemenang MotoGP Qatar 2019 yang digelar dua pekan lalu setelah Dewan Banding MotoGP menolak tuntutan empat tim MotoGP terhadap winglet belakang Ducati, Selasa (26/3).

Dua Pekan Sudah Berlalu Dovizioso Dinyatakan Menang di MotoGP Qatar 2019
Dua Pekan Sudah Berlalu Dovizioso Dinyatakan Menang di MotoGP Qatar 2019


Dikutip dari situs resmi MotoGP, Dewan Banding MotoGP menolak pandangan empat tim Suzuki, Honda, Aprilia, dan KTM yang menganggap winglet belakang Ducati adalah alat aerodinamis yang ilegal.

"Setelah menggelar rapat dengar pendapat, keempat protes ditolak. Banding yang diajukan Tim Aprilia, Tim Suzuki, Tim Honda, dan Tim KTM ditolak. Hasil bayangan MotoGP Qatar 2019 dinyatakan sebagai hasil final," demikian pernyataan resmi Dewan Banding MotoGP.

Suzuki, Honda, Aprilia, dan KTM langsung mengajukan protes ke pihak steward MotoGP usai balapan MotoGP Qatar di Sirkuit Internasional Losail. Mereka menganggap winglet belakang Ducati bukan untuk mendinginkan ban seperti klaim tim asal Italia itu, melainkan alat aerodinamis yang membuat laju sepeda motor Desmosedici semakin cepat.

Setelah ditolak steward MotoGP, Suzuki, Honda, Aprilia, dan KTM kemudian mengajukan banding ke Dewan Banding MotoGP. Usaha keempat tim itu pun sia-sia setelah banding mereka ditolak.

Dovizioso berhasil mengalahkan pebalap Repsol Honda Marc Marquez pada balapan MotoGP Qatar 2019 dengan keunggulan hanya 0,023 detik. Podium ketiga menjadi milik pebalap LCR Honda Cal Crutchlow.

Dewan Banding MotoGP kemudian mempersilakan Suzuki, Honda, Aprilia, dan KTM untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).

"Banding atas keputusan ini bisa diajukan ke CAS di Lausanne, Swiss, dalam lima hari setelah keputusan dibuat," demikian pernyataan resmi Dewan Banding MotoGP.

Seri kedua musim 2019 akan berlangsung di MotoGP Argentina, Senin (1/4) dini hari WIB. Balapan MotoGP Argentina 2019 bisa disaksikan secara live streaming di BeritaTV.net
Share:

Berikut Lima Fakta Buruknya Timnas Umur 23 Di Kualifikasi Piala Asia 2019

Berikut Lima Fakta Buruknya Timnas Umur 23 Di Kualifikasi Piala Asia 2019 - Timnas Indonesia U-23 mengakhiri Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 dengan satu kemenangan usai mengalahkan Brunei Darussalam, Selasa (26/3). Terdapat lima fakta buruk Timnas Indonesia U-23 usai kualifikasi berakhir.

Berikut Lima Fakta Buruknya Timnas Umur 23 Di Kualifikasi Piala Asia 2019
Berikut Lima Fakta Buruknya Timnas Umur 23 Di Kualifikasi Piala Asia 2019


Dua gol dari Dimas Drajad dan Muhammad Raffi Syarahil memastikan Timnas Indonesia U-23 meraih kemenangan atas Brunei. Kemenangan tersebut membuat Garuda Muda berada di posisi tiga klasemen akhir Grup K dengan torehan tiga poin.

Sejumlah fakta buruk muncul usai Timnas Indonesia U-23 menyelesaikan babak Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Berikut fakta buruk tersebut yang berhasil dikumpulkan BeritaTV.net

1. Timnas Indonesia U-23 untuk kali keempat beruntun gagal ke putaran final Piala Asia U-23. Sebelumnya Garuda Muda gagal di Kualifikasi Piala Asia 2013, 2016, dan 2018.

2. Timnas Indonesia U-23 mencatatkan gol terburuk pada Kualifikasi Piala Asia U-23 dengan hanya mampu mencetak dua gol. Sebelumnya, Timnas Indonesia U-23 selalu mampu mencetak tujuh gol pada Kualifikasi Piala Asia 2013, 2016, dan 2018.

3. Timnas Indonesia U-23 menjadi satu-satunya tim yang dibobol Brunei Darussalam pada Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Sebelumnya, Brunei dikalahkan Vietnam 0-6 dan dihancurkan Thailand 0-8.

4. Timnas Indonesia U-23 menjadi satu-satunya tim yang mendapat kartu merah di Grup K. Dua pemain Indonesia yang mendapat kartu merah adalah Marinus Wanewar (vs Vietnam) dan Muhammad Riyandi (vs Brunei).

5. Torehan tiga poin di Grup K merupakan yang terendah bagi Timnas Indonesia U-23 dalam empat keikutsertaan Kualifikasi Piala Asia U-23. Sebelumnya, poin terendah Timnas Indonesia U-23 diraih para Kualifikasi Piala Asia U-23 2018 dengan empat poin.
Share:

Senin, 25 Maret 2019

Berikut Tangan Ajaib Dokter Timnas Indonesia Umur 23

Berikut Tangan Ajaib Dokter Timnas Indonesia Umur 23 - Pelatih Timnas Indonesia U-23 Indra Sjafri memuji kinerja ofisial Garuda Muda, khususnya dokter tim selama Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam.

Berikut Tangan Ajaib Dokter Timnas Indonesia Umur 23
Berikut Tangan Ajaib Dokter Timnas Indonesia Umur 23


Pada ajang itu Timnas Indonesia U-23 gagal memenuhi target PSSI untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 di Thailand tahun depan. Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan menelan dua kekalahan dari Thailand (0-4) serta Vietnam (0-1) dengan menempati peringkat ketiga klasemen sementara Grup K tanpa meraih poin.

Kendati demikian saat berdiskusi dengan awak media di hotel tempat Timnas Indonesia U-23 menginap, Senin (25/3), Indra melontarkan pujian kepada para stafnya.

Pujian itu dilontarkan pelatih asal Sumatera Barat tersebut saat membicarakan sosok pelatih kepala sebagai komandan dalam suatu tim. Menurut Indra Sjafri, di dalam sebuah tim harus ada satu komando dan satu pemimpin yang bisa diikuti anggotanya.

"Maka dari itu asisten saya keren-keren semua. Mereka punya background dan profil-profil mereka bagus-bagus," ujar Indra.

"Nova [Arianto], Yunan [Helmi] mereka pernah di Timnas Indonesia semua, coach Hendro [Kartiko] juga," Indra menambahkan.

Salah satu kualitas stafnya yang disorot Indra Sjafri adalah keberadaan Dokter Tim Syarif Alwi. Bagi mantan pelatih Bali United itu, kemampuan dokter yang akrab disapa Papi itu dalam menangani pemain tidak perlu diragukan lagi.

"Dokter [Syarif] apalagi. Saya cuma bilang sakit tertentu, lalu dia hanya pegang-pegang, rasanya tanpa lihat-lihat. Setelah itu dokter langsung katakan makan ini, sehat langsung pemainnya. Saking ahlinya dia," tutur Indra.

Kualitas dokter Syarif itu pun dicontoh Indra saat melakoni Kualifikasi Piala Asia U-23 yang masih berlangsung di Vietnam.

Menurut Indra, striker Marinus Wanewar pernah mengalami kondisi yang tidak lazim di wajahnya karena alergi usai makan udang setelah laga melawan Thailand. Namun bisa segera disembuhkan Papi.

"Pernah Marinus mukanya terlihat tebal karena makan udang. Dokter bilang, Marinus makan ini, sehat langsung Marinus," ucap Indra.

Fisioterapis Timnas Indonesia U-23, Asep Azis, menjelaskan komunikasi Indra dengan stafnya tidak saja berjalan serius, tetapi juga humanis.

Di mata Asep, Indra selalu berdiskusi dalam sebuah forum dengan stafnya saat membahas masalah teknis terkait tim dan pertandingan.

"Tetapi kami tidak 100 persen terlalu formal. Ada waktu bercanda juga. Terkadang Coach Indra mengajak makan di luar," kata pria 31 tahun tersebut.
Share:

Berikut Prediksi Timnas Indonesia Umur 23 Melawan Bunei 2019

Berikut Prediksi Timnas Indonesia Umur 23 Melawan Bunei 2019 - Timnas Indonesia U-23 vs Brunei Darussalam di Stadion My Dinh, Selasa (26/3), menjadi penampilan terakhir Garuda Muda di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Berikut prediksi Timnas Indonesia U-23 vs Brunei.

Berikut Prediksi Timnas Indonesia Umur 23 Melawan Bunei 2019
Berikut Prediksi Timnas Indonesia Umur 23 Melawan Bunei 2019


Setelah dikalahkan Thailand dan Vietnam di laga awal Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020, Timnas Indonesia U-23 punya peluang cukup besar untuk meraih kemenangan saat melawan Brunei yang kalah telak di dua laga awal.

kuat arahan Indra Sjafri bakal mengincar kemenangan di laga pamungkas untuk melipur lara gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020. Apalagi tim yang dihadapi adalah juru kunci Grup K.

Meski bakal diperkuat sederet pemain pelapis, tim Merah Putih saya prediksi akan bermain lepas untuk mengalahkan Brunei. Skor telak 5-0 kemungkinan bisa terjadi untuk mengobati luka sebelum balik ke Indonesia.

Sekadar Menambal Selisih Gol (Nova Arifianto)

Tak ada lagi tiket ke Piala Asia U-23 2020, pertandingan melawan Brunei Darusaalam setidaknya dapat menjadi laga penawar selisih gol yang mencolok.

Setelah dibobol empat kali oleh Thailand dan sekali oleh Vietnam, kini Timnas Indonesia U-23 memiliki catatan mencetak gol minus lima.

Brunei sudah lebih dulu dibuat tak berdaya oleh Vietnam dan Thailand. Melihat hasil demikian, Saddil Ramdani dan kawan-kawan setidaknya bisa mencetak kemenangan setidaknya tiga gol tanpa balas.

Gawang Brunei Jadi Pelampiasan Kekecewaan Indonesia (Putra Permata Tegar)

Datang dengan kepercayaan diri tinggi, Timnas Indonesia U-23 justru terbentur kenyataan pahit. Kalah dari Thalland dan Vietnam tanpa bisa mencetak gol.

Dengan kekecewaan yang besar tersebut, Brunei akan jadi pelampiasan kemarahan Osvaldo Haay dan kawan-kawan. Timnas Indonesia U-23 akan tampil dominan dan menghadirkan pesta gol ke gawang Brunei. Timnas Indonesia menang 7-0 di akhir pertandingan.

Timnas Indonesia U-23 akan melakoni laga yang tidak lagi menentukan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 melawan Brunei Darussalam. Kedua tim ini dipastikan tersingkir dan gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 di Thailand, tahun depan.

Meski menurunkan pemain lapis kedua, Timnas Indonesia U-23 akan tetap menerapkan permainan menyerang. Brunei sendiri bisa berada dalam tekanan Garuda Muda di pertandingan nanti. Laga ini juga bisa jadi kesempatan bagi Timnas Indonesia U-23 untuk mengasah ketajaman mereka yang sejauh ini belum mencetak gol. Saya memprediksi Timnas Indonesia U-23 menang 4-0.

Timnas Indonesia U-23 tentu difavoritkan meraih kemenangan di laga ini. Apalagi, lawan yang dihadapi hanya sekelas Brunei.

Rotasi pemain yang akan dilakukan pelatih Indra Sjafri, saya kira tidak akan terlalu berpengaruh. Tim Garuda Muda tetap punya peluang besar meraih kemenangan, minimal dengan margin empat gol.

Sayangnya, kemenangan di laga ini tidak akan berpengaruh apa pun. Timnas Indonesia U-23 sudah dipastikan gagal lolos ke putaran final setelah takluk 0-1 dari Vietnam dan kalah 0-4 dari Thailand.

Setelah kalah dari Thailand dan Vietnam serta dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23, Timnas Indonesia U-23 wajib meraih kemenangan saat melawan Brunei Darussalam. Bukan untuk membangkitkan mental pemain, melainkan membayar utang kepada suporter.

Skuat Timnas Indonesia U-23 harus memberi kemenangan yang meyakinkan kepada suporter Merah Putih, terutama yang hadir langsung ke Stadion My Dinh.

Di atas kertas Indonesia unggul jauh atas Brunei. Skuat Garuda Muda saya prediksi bisa menang 4-0 atas Brunei.
Share:

Timnas Umur 23 Kalah Dan Greg Nwokolo Sindir Suporter Indonesia 2019

Timnas Umur 23 Kalah Dan Greg Nwokolo Sindir Suporter Indonesia 2019 - Pemain naturalisasi Timnas Indonesia Greg Nwokolo mengkritik suporter setelah Timnas Indonesia U-23 takluk 0-1 dari Vietnam pada laga kedua Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Stadion My Dinh, Minggu (24/3).

Timnas Umur 23 Kalah Dan Greg Nwokolo Sindir Suporter Indonesia 2019
Timnas Umur 23 Kalah Dan Greg Nwokolo Sindir Suporter Indonesia 2019


Timnas Indonesia U-23 gagal lolos ke putaran final setelah kalah dengan skor tipis 0-1 dari tuan rumah Vietnam. Ini adalah kekalahan kedua usai tumbang dari Thailand dengan skor 0-4 pada laga perdana di Grup K. 

Greg melalui akun Instagram miliknya kemudian mengkritik suporter Indonesia. Pemain naturalisasi asal Nigeria itu coba membandingkan suporter Indonesia dengan Thailand.

"Ketika kamu [Timnas Indonesia U-23] menang, mereka memujimu sedangkan ketika kamu kalah seakan memberikan kekuatan pada pembenci untuk berbicara dan menjatuhkan mentalmu. Perbedaan antara suporter Indonesia dan Thailand adalah, Thailand selalu berdiri di belakang tim dan seluruh pemain mereka baik atau buruk. Sementara kita [suporter] Indonesia hanya mendukung ketika kita menang, itu sebabnya pemain Thailand tidak pernah takut untuk mencoba sesuatu di lapangan," tulis Greg.

"Selama dua tahun aku bermain di Thailand tidak pernah sama sekali aku lihat di media atau suporter menjelekkan pemainnya sendiri. Mereka selalu kasih energi yang positif kalau kalah dan puji kalau menang. Saya bangga dengan kalian [skuat Timnas Indonesia U-23], kalian telah memberikan segalanya. Tetap angkat kepala kalian dan terus bergerak maju. Langit adalah batasmu," lanjut Greg.

Selama kurang lebih 16 tahun berkarier di dunia sepak bola profesional, Greg pernah memperkuat dua klub asal Thailand yaitu Chiangrai United (2012) dan BEC Tero Sasana (2015-2016). Saat ini penyerang 33 tahun ini bermain untuk Madura United dalam Liga 1.

Kekalahan Timnas Indonesia U-23 dari Vietnam memang menimbulkan sejumlah reaksi negatif di dunia maya. Sebagian memberikan kritik kepada skuat asuhan Indra Sjafri itu.

"Permainan yang sangat kurang dari segala sisi," kata akun Twitter @andi_alfianto_ .

Senada dengan akun @andi_alfianto_ , akun lain bernama @bram_berkicau menanggapi sindiran Indra Sjafri kepada media Vietnam yang meragukan usia penyerang Timnas Indonesia U-23 Marinus Wanewar pasca pertandingan. "Kalah ya kalah saja, tidak usah 'ngeles' kumis!" katanya.

Share:

Sempat Hampir Lewat Bek Timnas Swiss Menyelamatkan Pemain Timnas Georgia 2019

Sempat Hampir Lewat Bek Timnas Swiss Menyelamatkan Pemain Timnas Georgia 2019 - Bek timnas Swiss, Fabian Schar, sempat tak sadarkan diri usai berbenturan dengan pemain Georgia pada laga Grup D kualifikasi Piala Eropa 2020, di Boris Paichadze Dinamo Arena, Tbilisi, Sabtu (3/23) waktu setempat. Beruntung ada gelandang Georgia, Jano Ananidze, yang cepat memberikan pertolongan.

Sempat Hampir Lewat Bek Timnas Swiss Menyelamatkan Pemain Timnas Georgia 2019
Sempat Hampir Lewat Bek Timnas Swiss Menyelamatkan Pemain Timnas Georgia 2019


Schar tergeletak di lapangan setelah beradu kepala saat duel udara dengan pemain Georgia, Jemal Tabidze, pada menit ke-23. Peristiwa yang cukup mencekam itu terjadi saat Schar membantu serangan dalam situasi sepak pojok.

Alih-alih ingin menyundul bola, kepala Schar malah beradu kepala dengan Tabidze. Schar pun terjatuh dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Seluruh pemain pun langsung berlari mengerubungi Schar. Dalam situasi tersebut, Ananidze memberikan pertolongan pertama dengan memasukkan tangan ke dalam mulut Schar untuk mencegah pemain Newcastle United itu menelan lidahnya.

Pertolongan itu membuat Schar siuman. Pemain berusia 27 tahun itu pun bisa melanjutkan pertandingan setelah menjalani perawatan dari tim medis selama empat menit.

"Terlihat mengerikan. Saya tidak bisa mengingat apa pun," ujar Schar soal peristiwa yang menimpanya.

"Saya tidak sadarkan diri selama beberapa detik dan kepala saya bahkan masih berdengung. Saya mengalami sakit di bagian leher dan ada memar di dahi."

Setelah peristiwa mengerikan itu, Schar bisa bermain dengan baik. Ia bahkan mampu bermain selama 90 menit.

Di laga ini, Swiss berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan tim tamu dijaringkan Steven Zuber pada menit ke-56 dan Denis Zakaria (80').
Share:

Minggu, 24 Maret 2019

Berikut Jadwal Siaran Langsung Antara Vietnam Vs Timnas Indonesia Umur 23

Berikut Jadwal Siaran Langsung Antara Vietnam Vs Timnas Indonesia Umur 23 - Timnas Indonesia U-23 bakal melakoni laga kedua di Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 melawan Vietnam di Stadion My Dinh, Hanoi, Minggu (24/3). Berikut jadwal siaran langsung Vietnam vs Timnas Indonesia U-23.

Berikut Jadwal Siaran Langsung Antara Vietnam Vs Timnas Indonesia Umur 23
Berikut Jadwal Siaran Langsung Antara Vietnam Vs Timnas Indonesia Umur 23


Skuat Garuda Muda tergabung dalam Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 bersama dengan Thailand, Vietnam dan Brunei Darussalam. Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan sebelumnya kalah 0-4 dari Thailand pada laga perdana di Stadion My Dinh, Jumat (22/3).

Timnas Indonesia U-23 wajib meraih kemenangan besar atas Vietnam untuk membuka peluang lolos ke putaran final Piala Asia 2020 di Thailand, Januari tahun depan. Pada laga pertama Vietnam menang 6-0 atas Brunei.

Jadwal siaran langsung Vietnam vs Timnas Indonesia U-23 akan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB. Salah satu stasiun televisi nasional, RCTI, dijadwalkan akan menayangkan laga tersebut.

Usai kekalahan telak dari Thailand, pelatih Indra Sjafri mengaku lebih menekankan fokus pada pembenahan mental para pemain Timnas Indonesia U-23 selain mempersiapkan taktik dan strategi untuk mengalahkan Vietnam.

Sementara Vietnam yang dipimpin pelatih Park Hang Seo disebut Indra kerap mencari peluang melalui tembakan keras dari luar kotak penalti.

"Kami amati laga melawan Vietnam. Jadi kami melakukan latihan untuk antisipasi pertandingan. Mental harus diperbaiki, moral harus dikembalikan. Kami sudah siap untuk laga lawan Vietnam," ucap Indra.

Indonesia bertemu Vietnam terakhir pada semifinal Piala AFF U-22 2019, bulan lalu. Ketika itu Indonesia menang 1-0 lewat gol tendangan bebas Muhammad Luthfi Kamal.

Jadwal Siaran Langsung Vietnam vs Timnas Indonesia U-23:

Minggu 24 Maret 2019 / 20.00 WIB / RCTI
Share:

Vietnam Siapkan Strategi Khusus Untuk Menahan Penyerang Marinus 2019

Vietnam Siapkan Strategi Khusus Untuk Menahan Penyerang Marinus 2019 - Vietnam sudah menyiapkan strategi khusus untuk mematikan pergerakan striker Timnas Indonesia U-23, Marinus Wanewar, saat kedua tim berhadapan di Kualifikasi Piala Asia U-23, Minggu (24/3).

Vietnam Siapkan Strategi Khusus Untuk Menahan Penyerang Marinus 2019
Vietnam Siapkan Strategi Khusus Untuk Menahan Penyerang Marinus 2019


Bong Da melansir, pelatih Vietnam Park Hang-seo fokus mengasah organisasi pertahanan untuk meredam serangan Garuda Muda yang diyakini akan bertumpu kepada Marinus.

Meski demikian, Park tidak akan menumpuk pemain bertahan seperti permainan bola basket. Ia meminta skuat arahannya untuk membangun serangan atau turun secara serempak.

Do Thanh Thinh dan kawan-kawan juga diinstruksikan untuk bermain dengan garis pertahanan yang tinggi. Strategi ini terus ditempa untuk menciptakan permainan yang terorganisir.

Vietnam tampaknya tak mau memandang remeh pasukan Garuda Muda yang menelan kekalahan 0-4 dari Thailand pada laga perdana.

Park tak mau kekalahan di semifinal Piala AFF U-22 terulang kembali. Kala itu, Tim Merah Putih berhasil melaju ke final dengan kemenangan 1-0 atas Vietnam.

Timnas Indonesia U-23 pun berhasil merengkuh trofi juara Piala AFF U-22 usai mengalahkan Thailand 2-1 di partai puncak. Namun, kekuatan Vietnam kali ini jauh berbeda dari sebulan lalu.

Tercatat hanya ada tujuh pemain Vietnam di Piala AFF U-22 yang masuk dalam daftar skuat Kualifikasi Piala Asia U-23. Young Golden Dragons pun menunjukkan kekuatannya usai melumat Brunei Darussalam 6-0 di laga perdana.
Share:

Sabtu, 23 Maret 2019

Pelatih Thailand Mengatakan Timnas Indonesia Umur 23 Meremehkan Kami 2019

Pelatih Thailand Mengatakan Timnas Indonesia Umur 23 Meremehkan Kami 2019 - Pelatih timnas Thailand U-23 Alexandre Gama menganggap Timnas Indonesia U-23 meremehkan tim Gajah Perang pada laga pertama Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Stadion My Dinh, Hanoi, Jumat (22/3).

Pelatih Thailand Mengatakan Timnas Indonesia Umur 23 Meremehkan Kami 2019
Pelatih Thailand Mengatakan Timnas Indonesia Umur 23 Meremehkan Kami 2019


Thailand membantai Timnas Indonesia U-23 4-0 pada laga pertama Grup K. Dua gol dari Supachai Jaided (49', 72') dan masing-masing gol dari Shinnapat Leeaoh (21') serta Supachock Sarachat (75') membuat Timnas Indonesia U-23 kalah telak dari Thailand.

Gama mengaku tidak terkejut bisa menang besar karena Thailand bermain lebih baik daripada Indonesia. Pelatih asal Brasil itu juga menganggap Timnas Indonesia U-23 meremehkan Thailand. Terlebih Indonesia sukses mengalahkan Thailand 1-2 pada final Piala AFF U-22 2019 bulan lalu.

"Saya tidak terkejut karena kami mendominasi pertandingan. Kami masih punya dua pertandingan dan saya ingin kami menunjukkan kalau kami tim bagus. Kami harus terus berkembang. Kami menghormati Indonesia, tapi hari ini kami meraih hasil bagus," ujar Gama dikutip dari Siam Sport.

"Kami mampu mencetak banyak gol dan itu bagus untuk pertandingan selanjutnya. Mungkin di pertandingan ini Indonesia berpikir mereka bisa menang mudah atas Thailand. Itu poin yang penting dan kami mampu konsentrasi penuh sepanjang laga," sambung Gama.

Thailand selanjutnya akan menghadapi Brunei Darussalam yang pada laga pertama kalah 0-6 dari tuan rumah Vietnam. Gama mengaku belum memiliki bayangan untuk laga melawan Brunei. Meski di atas kertas diunggulkan, Thailand dinilai Gama masih memiliki kekurangan yang harus dibenahi jelang melawan Brunei.

"Kami menang di laga pertama, untuk laga selanjutnya saya belum tahu apa yang akan saya lakukan. Sepak bola selalu berubah. Hari ini kami bermain bagus, tapi masih ada yang harus kami benahi," ucap Gama.

Timnas Indonesia U-23 sendiri akan menghadapi tuan rumh Vietnam pada laga kedua Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Stadion My Dinh, Minggu (24/3).
Share:

Tim Nasional Indonesia Umur 23 Belum Sampai Ke Level Asia 2019

Tim Nasional Indonesia Umur 23 Belum Sampai Ke Level Asia 2019 - Timnas Indonesia U-23 terancam tak tampil di putaran final Piala Asia U-23 2020 setelah kalah telak 0-4 dari Thailand dalam laga pertama kualifikasi Grup K di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Jumat (22/3).

Tim Nasional Indonesia Umur 23 Belum Sampai Ke Level Asia 2019
Tim Nasional Indonesia Umur 23 Belum Sampai Ke Level Asia 2019


Berbekal gelar juara Piala AFF U-22 dan kedatangan dua pemain yang berkarier di luar negeri, Saddil Ramdani serta Egy Maulana Vikri, Timnas Indonesia U-23 berangkat ke Vietnam dengan penuh optimisme.

Setidaknya itu yang tergambar dari kata-kata pelatih Indra Sjafri dalam konferensi pers sehari menjelang pertandingan yang mengatakan sudah bersiap dengan sebaik mungkin dan siap menghadapi semua laga kualifikasi.

Sehari berselang setelah konferensi pers tersebut, skuat Merah Putih tampil menghadapi Tim Gajah Perang di atas lapangan. Sejak menit awal Thailand berupaya menguasai bola. Ritme mereka sempat terganggu setelah upaya dari Timnas Indonesia U-23 memaksimalkan keberadaan Egy, Saddil, dan Osvaldo Haay yang memiliki kecepatan.

Serangan-serangan Garuda tidak berhasil menembus pertahanan Thailand yang cukup kuat. Menghadapi pergerakan sistematis dan begitu terprogram yang diperagakan Shinnaphat Leeaoh dan kawan-kawan, kecepatan individu pemain Indonesia tiba-tiba seperti mubazir.

Pertahanan berlapis, pressing, pergerakan antar lini, dan transisi yang diperagakan dengan baik benar-benar berhasil meredam upaya Timnas Indonesia U-23. Seketika permainan anak asuh Indra Sjafri seperti menjadi buntu.

Indonesia hanya terhitung beberapa kali mampu masuk kotak penalti Thailand. Setiap mampu masuk kotak penalti tim Gajah Perang, Timnas Indonesia U-23 selalu kesulitan dalam penyelesaian akhir. Entah itu salah dalam kontrol, terlalu banyak 'menggoreng' bola, atau tidak tepat dalam mengambil keputusan membuat peluang yang didapat Garuda Muda selalu sia-sia.

Berhasil dalam bertahan, Thailand U-23 kemudian secara bertahap mampu menguasai keadaan dan memainkan bola dengan percaya diri. Untuk mencetak gol, Thailand tidak hanya bergantung pada kemampuan mereka, namun juga dibantu oleh keteledoran pemain Indonesia dalam melakukan penjagaan hingga akhirnya melakukan pelanggaran.

Mirip seperti kebobolan di final Piala AFF U-22, tendangan bebas menjadi momok bagi gawang yang dikawal Awan Setho Raharjo. Thailand yang tampil dengan tim utama dan hanya menyisakan tujuh pemain dari perhelatan antarnegara ASEAN bulan lalu, kian menunjukkan kualitas yang benar-benar merepotkan lawan dan Indonesia harus rela menjadi korban.

Petaka kembali muncul setelah para pemain tidak mampu tampil tenang di bawah tekanan. Sebuah pelanggaran berbuntut penalti yang berujung dengan gol kedua Thailand lewat Supachai Jaided pada menit ke-50.

Penguasaan bola Thailand kembali memainkan peran penting dalam gol ketiga dan keempat, di samping ketidakmampuan Timnas Indonesia memperagakan permainan bertahan yang meyakinkan.

Laga pada petang hari di Hanoi menjadi bukti lain bahwa sepak bola tidak hanya mengandalkan satu atau dua pemain. Kemampuan mumpuni individu dari para pemain Thailand yang berpadu dengan kolektivitas menghasilkan sebuah kemenangan meyakinkan.

Egy dan Saddil adalah talenta yang berbakat, namun melawan sebuah tim dengan kualitas papan atas jelas membutuhkan koordinasi yang levelnya jauh di atas dari penampilan Timnas Indonesia U-23 ketika dibantai Thailand.

Kalah dari Thailand, Indonesia berpeluang besar kembali gagal tampil di putaran final Piala Asia U-23 seperti dalam tiga perhelatan sebelumnya. Berkaca pada penampilan melawan Thailand, Indonesia memang masih jauh dari level Asia.

Menghadapi Vietnam pada laga kedua Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 akan menjadi alat ukur kedua bagi Timnas Indonesia U-23, terlebih Pasukan Bintang Emas itu menyandang status sebagai runner-up dalam ajang Piala Asia U-23 2018.

Sementara Indonesia sendiri belum pernah lolos ke putaran final turnamen Piala Asia U-23 yang kali pertama digelar pada 2014.
Share:

Kamis, 21 Maret 2019

Perjalanan Timnas Indonesia Umur 23 Di Kualifikasi Piala Asia 2019

Perjalanan Timnas Indonesia Umur 23 Di Kualifikasi Piala Asia 2019 - Timnas Indonesia U-23 sudah tiga kali berpartisipasi di babak kualifikasi Piala Asia U-23. Dari tiga partisipasi sebelumnya Tim Garuda Muda selalu gagal lolos ke putaran final.

Perjalanan Timnas Indonesia Umur 23 Di Kualifikasi Piala Asia 2019
Perjalanan Timnas Indonesia Umur 23 Di Kualifikasi Piala Asia 2019


Di kualifikasi Piala Asia U-22 2014, Timnas Indonesia berada di Grup E bersama dengan Jepang, Australia, Singapura, Timor Leste dan Makau. Tampil di Stadion Utama Riau, Hendra Adi Bayauw dkk hanya mampu finis di urutan ketiga klasemen dengan koleksi sembilan poin dari hasil tiga kali menang dan dua kali kalah.

Pada laga perdana menghadapi Australia, tim besutan Aji Santoso kala itu kalah 0-1, kemudian menang 2-0 atas Timor Leste. Garuda Muda memetik kemenangan kedua atas Makau 2-1 sebelum dibantai Jepang 1-5 dan menutup laga di Grup E dengan kemenangan 2-0 atas Singapura.

Hasil tersebut membuat Timnas Indonesia U-22 harus merelakan tiket ke Piala Asia U-22 kepada Jepang dan Australia yang keluar sebagai juara dan runner up dari Grup E di zona Asia Timur. Tim Garuda Muda juga kalah bersaing dalam perebutan tempat ketiga untuk lolos ke putaran final dari Oman dan Yaman.

Tiga tahun berselang, AFC mengubah regulasi peserta Piala Asia U-23 2016 yang ditujukan untuk pemain di bawah 23 tahun. Pada edisi kedua ini, Timnas Indonesia U-23 menjadi tuan rumah Grup H yang dihuni Korea Selatan, Timor Leste, dan Brunei Darussalam.

Aji Santoso yang masih dipercaya memegang kendali Timnas Indonesia U-23 masih belum mampu meloloskan Garuda Muda ke Piala Asia U-23. Evan Dimas dkk mengawali pertandingan dengan kemenangan besar 5-0 atas Timor Leste disusul kemenangan 2-0 atas Brunei Darussalam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta,

Namun, di laga terakhir Timnas Indonesia U-23 kalah 0-4 dari Korea Selatan. Saat itu, hanya juara grup dan lima runner-up terbaik yang lolos ke putaran final. Indonesia yang meraih enam poin kalah dari Thailand, Iran, Vietnam, Yaman, serta Uzbekistan dalam perebutan peringkat kedua terbaik.


Sementara tahun 2017 lalu, Timnas Indonesia U-23 yang bersaing dengan Malaysia, Thailand dan Mongolia di Grup H juga belum mampu untuk lolos. Kehadiran pelatih asal Spanyol, Luis Milla belum bisa mengangkat performa pemain.

Osvaldo Haay dkk membuka laga dengan kekalahan telak 0-3 dari Malaysia. Kemudian Tim Garuda Muda menang mutlak 7-0 atas Mongolia dan meraih hasil imbang 0-0 saat jumpa tuan rumah Thailand di laga terakhir.

Hasil itu membuat pasukan Luis Milla gagal lolos dengan hanya meraih empat poin. Mewakili Grup H, Thailand lolos ke putaran final Piala Asia U-23 ditemani Malaysia yang untuk pertama kalinya memastikan diri tampil di putaran final.

Pada Piala Asia U-23 di China 2018, Uzbekistan tampil sebagai juara usai mengalahkan Vietnam yang secara luar biasa mampu lolos ke final dengan skor 2-1. Dari 11 negara di Asia Tenggara, sudah tiga negara mencatatkan namanya sebagai peserta di Piala Asia U-23, yakni Thailand, Vietnam, dan Malaysia.
Share:

Pemain Timnas Ezra Bermasalah Dan Timnas Baru Mendaftarkan 22 Pemain 2019

Pemain Timnas Ezra Bermasalah Dan Timnas Baru Mendaftarkan 22 Pemain 2019 - Timnas Indonesia U-23 baru mendaftarkan 22 pemain saat berlangsungnya rapat koordinasi pra-pertandingan jelang tampil di kualifikasi Piala Asia U-23 2020 pada Kamis (21/3). Hal ini dikarenakan status Ezra Walian masih ditinjau oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Pemain Timnas Ezra Bermasalah Dan Timnas Baru Mendaftarkan 22 Pemain 2019
Pemain Timnas Ezra Bermasalah Dan Timnas Baru Mendaftarkan 22 Pemain 2019


Media Officer Timnas Indonesia U-23, Bandung Saputra mengungkapkan pendaftaran Ezra belum diterima oleh pihak AFC. Status Ezra bermasalah karena pemain naturalisasi itu pernah membela timnas Belanda U-17 di kualifikasi Piala Eropa tahun 2013.

"Oleh karena itu, sekarang posisi menunggu informasi dari FIFA apakah membolehkan Ezra main atau tidak," ujar Bandung kepada BeritaTV.net.

"AFC baru kasih tahu hal ini dua hari lalu ke kami. Untuk itu, AFC memberikan tenggat waktu penyerahan nama 23 pemain Indonesia, enam jam sebelum kick-off," ia melanjutkan.

Asisten Kepala Delegasi Timnas Indonesia U-23, Sumardji, mengaku kaget status Ezra bermasalah karena sebelumnya pemain 21 tahun itu sudah pernah membela timnas di SEA Games 2017.

"Kami baru tahu ini. Kami juga kaget karena di SEA Games bisa main. Ketika itu dia masuk. Makanya, ini apa pertimbangannya?" ia menuturkan.

Ezra merupakan satu dari tiga striker yang dibawa Indra Sjafri untuk tampil di kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Dua nama lainnya adalah Dimas Drajad dan Marinus Wanewar.

Ezra sudah bermain dalam laga uji coba saat Timnas Indonesia U-23 mengalahkan Bali United 3-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, 17 Maret lalu. Pemain RCK Waalwijk itu berhasil mencetak satu gol di laga tersebut.

Striker berusia 21 tahun ini sebenarnya juga sudah pernah memperkuat Timnas Indonesia U-22 dalam sebuah turnamen di ajang SEA Games 2017.
Share:

Rabu, 20 Maret 2019

Lorenzo Merasa Dianggap Begitu Sombong Karena Dia Tidak Takut Valentino Rossi 2019

Lorenzo Merasa Dianggap Begitu Sombong Karena Dia Tidak Takut Valentino Rossi 2019 - Jorge Lorenzo merasa orang-orang menganggapnya sombong karena pernah berkomentar tidak takut bersaing dengan Valentino Rossi.

Lorenzo Merasa Dianggap Begitu Sombong Karena Dia Tidak Takut Valentino Rossi 2019
Lorenzo Merasa Dianggap Begitu Sombong Karena Dia Tidak Takut Valentino Rossi 2019


Lorenzo kemudian mengingat momen ketika ia menjalani debut di MotoGP pada 2008. Saat itu ia mencoba menjawab pertanyaan jurnalis ihwal persaingannya dengan Rossi sebagai pebalap pendatang baru di MotoGP 2008.

Dalam wawancara ekslusif dengan Dazn seperti dikutip dari Sportal, pebalap asal Spanyol itu mengakui terlalu polos ketika itu.

"Mungkin karena kecerobohan atau kebodohan ketika saya kali pertama berada di MotoGP, saya merasa tidak takut kepada pebalap manapun," ujar Lorenzo.

"Kemudian saya secara terbuka mengatakan bahwa saya tidak akan mendewakan Valentino Rossi. Tak ada yang tidak terkalahkan. Mungkin karena itu pula orang-orang menganggap saya arogan, tapi saya memang tidak takut akan apapun atau siapapun."

Lorenzo tercatat sudah meraih gelar juara MotoGP sebanyak tiga kali. Titel pertamanya didapat dua tahun setelah karier pertamanya di ajang balap motor kelas utama tersebut.

Berikutnya, ia sukses menjadi juara MotoGP pada tahun 2012 dan 2015. Lorenzo pun mengungkapkan momen tak terlupakan di antara tahun suksesnya tersebut.

"[Juara pada 2015] ditentukan pada tikungan terakhir di seri pemungkas, tapi saya sudah pernah merasakan gelar juara sebelumnya. [Gelar juara MotoGP 2015] sangat menarik dan sulit untuk diraih, tapi tidak semenarik sukses pertama pada 2010," kenang Lorenzo.

Lorenzo juga mengungkapkan pernah bercita-cita menjadi pesepakbola atau menggeluti dunia peran saat masih kecil.

"Sepeda motor adalah gairah saya. Saat masih kecil, saya selalu mengimpikan menjadi penyerang [pesepakbola] atau aktor. Namun, saya sadar bahwa tujuan utama dalam pikiran saya menjadi juara dunia [MotoGP]," ujar Lorenzo.

Pebalap yang kini rekan setim Marc Marquez di tim Repsol Honda pun tak memungkiri bukan perkara mudah untuk bisa mengulangi sukses meraih juara dunia.

"Anda percaya dengan potensi dan yakin dengan diri Anda, tapi ketika Anda belum menjadi juara, ada keraguan: 'Bisakan saya melakukannya?' Ketika Anda berhasil, baru mengetahui bahwa Anda bisa. Permasalahannya sebenarnya hanya tinggal mengulangi saja. Memang terlihat mudah, tapi kenyataannya sangat rumit," kata Lorenzo.
Share:

Pemain MMA McGregor Mengatakan Ronaldo Sudah Tua Tetapi Sanggup Mencetak Hattrick

Pemain MMA McGregor Mengatakan Ronaldo Sudah Tua Tetapi Sanggup Mencetak Hattrick - Bintang UFC, Conor McGregor memberikan pujian pada Cristiano Ronaldo yang sanggup mencetak hattrick ke Atletico Madrid di usia 34 tahun.

Pemain MMA McGregor Mengatakan Ronaldo Sudah Tua Tetapi Sanggup Mencetak Hattrick
Pemain MMA McGregor Mengatakan Ronaldo Sudah Tua Tetapi Sanggup Mencetak Hattrick


Ronaldo membantu Juventus menciptakan keajaiban di babak 16 besar Liga Champions. Hattrick Ronaldo mengantar Juventus menang 3-0 sekaligus menutup kekalahan 0-2 yang diderita Juventus pada leg pertama.

Keberhasilan Ronaldo mencetak hattrick itu meninggalkan kekaguman pada banyak orang, termasuk McGregor.

"Lihat apa yang ia lakukan di Liga Champions pada usia 34 tahun. Ia mencetak hattrick saat dirinya jadi sorotan dan melakukan itu saat menghadapi salah satu tim dengan pertahanan terbaik di dunia," kata McGregor dalam wawancara dengan FIFA, dikutip dari Juvenews.

McGregor menyebut banyak hal yang bisa dicontoh dari Ronaldo yang tetap bisa tampil konsisten selama bertahun-tahun.

"Cristiano Ronaldo adalah sosok fenomenal sebagai seorang olahragawan. Dia adalah orang yang hebat. Kedisiplinan, sikap yang perfeksionis dan dedikasi terhadap mimpi yang dimiliki Ronaldo adalah inspirasi," ujar McGregor.

McGregor sendiri sedikit lagi terbebas dari sanksi enam bulan larangan bertanding yang membelitnya usai terlibat dalam keributan usai laga lawan Khabib Nurmagomedov.

McGregor sendiri belum memutuskan langkah berikutnya usai dirinya terbebas dari sanksi larangan bertanding. Namun McGregor masih menyimpan hasrat untuk bisa rematch lawan Khabib.
Share:

Senin, 18 Maret 2019

Kekalahan Ganda AC Milan Dan Kemenangan Penting Bagi Inter Milan 2019

Kekalahan Ganda AC Milan Dan Kemenangan Penting Bagi Inter Milan 2019 - Pelatih AC Milan Gennaro Gattuso menyebut I Rossoneri mengalami kekalahan ganda saat tumbang 2-3 dari Inter Milan dalam derby Milan Liga Italia di San Siro, Senin (17/3) dini hari WIB.

Kekalahan Ganda AC Milan Dan Kemenangan Penting Bagi Inter Milan 2019
Kekalahan Ganda AC Milan Dan Kemenangan Penting Bagi Inter Milan 2019


AC Milan yang tengah dalam tren positif di Liga Italia justru harus menyudahi laga dengan kekalahan dari Inter Milan yang justru tengah mengalami masalah. Bukan hanya kehilangan posisi ketiga, pertikaian Franck Kessie dan Lucas Biglia juga jadi hal yang membuat Gattuso kecewa.

"Kekalahan yang paling menyakitkan saya adalah [Franck] Kessie dan melihat apa yang terjadi di bangku cadangan. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa saya terima dengan cara saya melihat sepakbola, cara saya melihat tim dan etika grup," ucap Gattuso dikutip dari Football Italia.

Gattuso harus menyelesaikan cekcok yang terjadi antara Kessie dan Biglia yang di bangku cadangan. Kessie ditarik keluar lapangan dan digantikan Andrea Conti di babak kedua yang kemudian berujung pada pertikaian dengan Biglia.

"Harus ada rasa hormat untuk semua orang di ruang ganti dan itu tidak bisa diterima. Sebagai pelatih, saya harus menjaga disiplin di ruang ganti dan para pemain tahu betapa saya peduli terhadap hal itu," ungkap Gattuso.

"Anda dapat mengkritik taktik saya, tetapi saya membangun karier saya berdasarkan rasa hormat, etika grup, mewakili jersey, menghormati rekan setim yang belum bermain selama berbulan-bulan. Ini sangat berarti bagi saya dan itulah sebabnya ini adalah kekalahan ganda," imbuhnya.

Sementara itu, pelatih Inter Milan Luciano Spalletti mengatakan kemenangan atas Milan merupakan kemenangan penting.

"Kemenangan derby ini muncul sebagai hasil [balasan] dari kekalahan pada pertandingan melawan Eintracht Frankfurt [Babak 16 besar Liga Eropa]. Jika tidak bisa mengklarifikasi apa yang terjadi ketika itu, ada risiko Anda bakal ditinggalkan [penggemar]."

"Pertandingan hari ini benar-benar berbeda dari yang sebelumnya," ucap Spalletti.

Inter Milan kini berada di posisi ketiga dengan nilai 53 poin, unggul dua angka atas AC Milan yang kini turun ke posisi keempat.
Share:

Berikut Ada Lima Pemain Yang Mendapatkan Standing Ovation Sperti Messi 2019

Berikut Ada Lima Pemain Yang Mendapatkan Standing Ovation Sperti Messi 2019 - Lionel Messi tampil gemilang saat Barcelona mengalahkan Real Betis 4-1 di Stadion Benito Villamarin dalam laga lanjutan Liga Spanyol, Minggu (17/3) waktu setempat.

Berikut Ada Lima Pemain Yang Mendapatkan Standing Ovation Sperti Messi 2019
Berikut Ada Lima Pemain Yang Mendapatkan Standing Ovation Sperti Messi 2019


La Pulga sukses mencetak hattrick ke gawang Real Betis. Satu gol lagi diciptakan bomber asal Uruguay, Luis Suarez.

Messi mencetak gol pertama lewat tendangan bebas sedikit di depan kotak penalti pada menit ke-18. Di pengujung babak pertama, Messi kembali membobol gawang Real Betis yang dikawal Pau Lopez memanfaatkan umpan Gerard Pique.

Lima menit jelang laga usai, Messi mengukir hattrick lewat tendangan cungkil yang mengelabui Pau Lopez. Ia pun mendapatkan standing ovation dari pendukung tuan rumah usai mencetak gol ketiga di laga tersebut.

Penghormatan yang diberikan suporter Real Betis pada Messi bukan yang pertama terjadi di sepak bola. Berikut lima pemain yang juga dapat standing ovation dari suporter lawan:

1. Ronaldo Nazario

Ronaldo mencetak hattrick ke gawang Manchester United di leg kedua perempat final Liga Champions pada 23 April 2003.

Tiga gol itu membuat Los Merengues kalah dengan skor tipis 3-4 dari tuan rumah. Namun, Real Madrid tetap lolos karena di leg pertama menang 3-1.

Saat Ronaldo digantikan Santiago Solari, suporter Manchester United memberikan standing ovation. Penghormatan itu diberikan karena striker asal Brasil itu tampil luar biasa sepanjang pertandingan.

2. Ronaldinho

Bintang asal Brasil lainnya, Ronaldinho, juga pernah mendapatkan standing ovation dari suporter lawan.

Momen itu terjadi pada 19 November 2005 saat Barcelona tandang ke markas Real Madrid. Di laga tersebut, Ronaldinho bermain luar biasa dan sulit diadang pemain Los Blancos.

Ronaldinho mencetak dua gol lewat aksi individu brilian dan membawa Blaugrana menang 3-0 di Santiago Bernabeu. Fan tuan rumah pun bertepuk tangan sambil berdiri karena kagum melihat performa Ronaldinho.

3. Andres Iniesta

Pemain yang saat ini memperkuat Vissel Kobe pernah mendapatkan standing ovation dari fan Sevilla dan Barcelona di final Copa del Rey tahun 2018.

Di laga tersebut, Iniesta mencetak satu dari lima gol kemenangan Blaugrana atas Sevilla. Ia pun mendapatkan penghormatan dari fan Sevilla dan Barcelona di Stadion Wanda Metropolitano saat digantikan pada menit ke-88.

Penghormatan yang diberikan suporter kedua tim semakin manis karena Iniesta berhasil mengangkat trofi Copa del Rey di akhir pertandingan.

4. Cristiano Ronaldo

CR7 mendapatkan apresiasi besar saat Real Madrid mengalahkan Juventus 3-0 di Stadion Allianz pada leg pertama perempat final Liga Champions 2017/2018.

Standing ovation pun diberikan pada Ronaldo saat ia membobol gawang Gianluigi Buffon lewat tendangan salto.

Gol itu berawal dari umpan silang Dani Carvajal yang sebenarnya agak terlalu tinggi. Namun, Ronaldo dengan respons cepat melakukan tendangan akrobat yang membuat Buffon tidak berkutik.

5. Steven Gerrard

Gerrard menjadi pemain terakhir yang mendapatkan standing ovation dari suporter lawan. Penghormatan itu terasa spesial karena datang dari fan Chelsea.

Peristiwa itu terjadi saat Liverpool bermain imbang dengan Chelsea 1-1 di Liga Inggris tahun 2015. Di laga itu, Gerrard menciptakan gol penyama kedudukan ke gawang Chelsea.

Sebelas menit jelang laga usai, Gerrard ditarik keluar pelatih Liverpool Brendan Rodgers. Mantan kapten timnas Inggris keluar lapangan diiringi dengan tepukan tangan dari suporter Chelsea dan juga manajer tim London Barat, Jose Mourinho.
Share:

Minggu, 17 Maret 2019

Berikut Jadlwal Pertandingan Dua Wakil Indonesia Di Final Swiss Terbuka 2019

Berikut Jadlwal Pertandingan Dua Wakil Indonesia Di Final Swiss Terbuka 2019 - Dua wakil Indonesia akan berlaga di final turnamen bulutangkis Swiss Terbuka 2019, Minggu (17/3). Keduanya adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Berikut Jadlwal Pertandingan Dua Wakil Indonesia Di Final Swiss Terbuka 2019
Berikut Jadlwal Pertandingan Dua Wakil Indonesia Di Final Swiss Terbuka 2019


Rinov/Pitha melangkah ke partai puncak ganda campuran usai mengalahkan wakil Taiwan, Ching Yao Lu/Chia Hsin Lee dengan 21-13, 19-21, dan 21-9. Unggulan kedelapan Swiss Terbuka 2019 ini akan menghadapi wakil Denmark, Mathias Bay-Smidt/Rikke Soby di final.

Rinov/Pitha dan Bay-Smidt/Soby belum pernah bertemu sebelumnya. Pertandingan antara dua pasangan ganda campuran ini akan mulai berlangsung pukul 18.00 WIB.

Sementara itu, Fajar/Rian melangkah mulus ke final setelah menang dua gim langsung atas ganda Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge, 21-16 dan 21-19.

Fajar/Rian tak menemui kesulitan berarti saat mengalahkan ganda asal Inggris di semifinal. Mereka menutup dengan mudah gim pertama dengan skor 21-16. Ellis/Langridge juga tak mampu memberikan perlawanan berarti dan kembali dikalahkan dengan mudah lewat skor akhir 21-19.

Fajar/Rian akan menghadapi ganda Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-Lin. Keduanya melangkah ke final berkat kemenangan atas wakil Korea Selatan Gu Jung/Lee Yong Dae di semifinal.

Fajar/Rian akan meladeni Yang/Chi-Lin yang menjadi pertemuan pertama bagi keduanya pada pukul 22.00 WIB.
Share:

Berikut Fakta Usai Manchested United Gagal Ke Semifinal Piala FA 2019

Berikut Fakta Usai Manchested United Gagal Ke Semifinal Piala FA 2019 - Manchester United harus menerima kenyataan gagal lolos ke semifinal Piala FA. The Red Devils tersingkir di perempat final usai takluk 1-2 dari Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux, Sabtu (16/3) waktu setempat.

Berikut Fakta Usai Manchested United Gagal Ke Semifinal Piala FA 2019
Berikut Fakta Usai Manchested United Gagal Ke Semifinal Piala FA 2019


Dua gol Wolves yang membuat Manchester United tersungkur dicetak Raul Jimenez pada menit ke-70 dan Diogo Jota setelah menerima umpan Ruben Neves, enam menit berselang. Sementara Manchester United hanya bisa memperkecil skor lewat gol Marcus Rashford pada masa injury time babak kedua.

Di laga ini, Manchester United mendominasi penguasaan bola dengan 61 persen berbanding 39 persen milik tuan rumah. Namun, dominasi dalam hal penguasaan bola tidak banyak menolong Manchester United di  laga ini.

Wolves tercatat melakukan 17 kali upaya mencetak gol dan tujuh peluang mengarah ke gawang Sergio Romero. Sedangkan Manchester United hanya melakukan dua tembakan ke gawang dari 11 usaha untuk menciptakan gol.

Hasil negatif di kandang Wolves ini juga membuat Solskjaer menelan kekalahan ketiga sejak menangani Manchester United. Dua kekalahan sebelumnya dialami Solskjaer dari Paris Saint-Germain di Liga Champions dan Arsenal di Liga Inggris.

Berikut delapan fakta menarik yang dirangkum Opta setelah Manchester United disingkirkan Wolves:

1. Wolves berhasil lolos ke semifinal untuk kali ke-15 dan yang pertama sejak 1997/1998.

2. Manchester United menelan dua kekalahan beruntun untuk pertama kali sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer. The Red Devils terakhir kali menelan dua kekalahan beruntun pada Desember 2018 pada era Jose Mourinho.

3. Wolves berhasil memenangi tiga laga beruntun di Piala FA untuk pertama kali sejak Februari 2003.

4. Manchester United kalah dari Wolves di Piala FA untuk kali pertama sejak Januari 1973. Kekalahan ini juga menjadi yang pertama bagi Setan Merah dalam empat pertemuan dengan Wolves di perempat final.

5. Solskjaer kini telah menelan dua kekalahan sebagai manajer dari Wolves. Kekalahan pertama terjadi saat manajer asal Norwegia itu menukangi Cardiff City di pentas Championship dengan skor 0-1 pada Agustus 2014.

6. Satu gol ke gawang Manchester United membuat Raul Jimenez telah mencetak 15 gol di semua kompetisi musim ini.

7. Enam gol terakhir Wolves di semua ajang diciptakan Raul Jimenez (4 gol) dan Diogo Jota (2 gol).

8. Delapan dari 12 gol Marcus Rashford di semua ajang musim ini tercipta saat Manchester United ditukangi Solskjaer.
Share:

Sabtu, 16 Maret 2019

Meraih Pole GP Australia Hamilton Samai Rekor Schumacher 2019

Meraih Pole GP Australia Hamilton Samai Rekor Schumacher 2019 - Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton berhak atas pole position F1 GP Australia setelah memenangkan pertarungan sengit melawan rekan setimnya, Valtteri Bottas, Sabtu (16/3).

Meraih Pole GP Australia Hamilton Samai Rekor Schumacher 2019
Meraih Pole GP Australia Hamilton Samai Rekor Schumacher 2019


Bottas menorehkan waktu 1 menit 20,598 detik dan sempat menjadi pebalap dengan catatan waktu tercepat. Namun kemudian Lewis Hamilton berhasil mengalahkan catatan waktu itu dengan torehan 1 menit 20,486 detik.

Catatan waktu Hamilton tak lagi sanggup digusur oleh pebalap lain sehingga Hamilton berhak atas pole position GP Australia.

Dengan keberhasilan Hamilton meraih pole position, maka Hamilton sudah delapan kali meraih pole position GP Australia. Ia menyamai rekor Michael Schumacher dan Ayrton Senna sebagai pebalap dengan jumlah pole terbanyak dalam sebuah seri F1.

Posisi ketiga GP Australia akan ditempati oleh Sebastian Vettel yang menyelesaikan kualifikasi dengan catatan waktu lebih lambat 0,704 detik dari Hamilton. Pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen ada di posisi keempat disusul Charles Leclerc dari Ferrari di posisi kelima.

Duo Haas F1 Team, Romain Grosjean dan Kevin Magnussen bakal start dari posisi keenam dan ketujuh,. Pebalap McLaren, Lando Norris start di posisi kedelapan, disusul Kimi Raikkonen (Alfa Romeo) dan Sergio Perez (Racing Point) di posisi kesembilan dan kesepuluh.

F1 GP Australia merupakan seri pertama F1 2019. Pada dua musim terakhir, pebalap Ferrari, Sebastian Vettel jadi yang terbaik di seri ini.
Share:

Menghadapi Manchester United Malah Memikirkan Ronaldo 2019

Menghadapi Manchester United Malah Memikirkan Ronaldo 2019 - Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer menilai peluang timnya jadi juara Liga Champions tidak terlalu terbuka lebar lantaran banyak tim hebat dan masih ada Cristiano Ronaldo di perempat final.

Menghadapi Manchester United Malah Memikirkan Ronaldo 2019
Menghadapi Manchester United Malah Memikirkan Ronaldo 2019


Manchester United tak akan berjumpa Ronaldo dan Juventus di babak perempat final dan baru bisa bersua jika kedua tim tersebut terus melaju hingga babak final.

Namun Solskjaer tetap menaruh perhatian pada Ronaldo. Solskjaer menganggap Ronaldo jadi salah satu faktor yang membuat Solskjaer berpikir realitsis.

"Tentu saja masih ada tim-tim dengan kualitas hebat. Tentu saja dengan masih adanya Cristiano Ronaldo, saya tidak berpikir peluang juara terbuka begitu lebar."

"Saya rasa semua tetap berpeluang. Porto bisa memenangkan Liga Champions di 2004 sedangkan Monaco lolos ke final. Ajax, kalian tak akan pernah tahu. Dalam sebuah hari yang baik, setiap tim bisa saling mengalahkan," ujar Solskjaer seperti dikutip dari Manchester Evening News.

Solskjaer kemudian dikaitkan dengan sosok Roberto Di Matteo. Di Matteo sempat jadi caretaker Chelsea dan akhirnya membawa tim tersebut juara Liga Champions 2012. Namun tak lama kemudian, Di Matteo harus dipecat Chelsea.

"Saya tentu saja ingin mengikuti salah satu jejaknya, bukan memiliki keduanya [juara kemudian dipecat]. nNamun sejujurnya saya tidak terlalu memikirkan hal itu," tutur Solskjaer.

Di tangan Solskjaer, Manchester United berhasil bangkit dan meningkatkan kualitas permainan. Selain bertahan di Liga Champions, Manchester United juga masih memiliki peluang di Piala FA.

Manchester United akan menghadapi Wolverhampton pada Sabtu (16/3) di babak perempat final Piala FA.

Sedangkan di Liga Inggris, Solskjaer berharap bisa mengakhiri musim dengan duduk di posisi empat besar sehingga menggenggam tiket ke Liga Champions musim depan.
Share:

Jumat, 15 Maret 2019

Undia Liga Champions Dan Mourinho Menginginkan Manchester United Melawan Manchester City

Undia Liga Champions Dan Mourinho Menginginkan Manchester United Melawan Manchester City - Jose Mourinho berharap mantan klubnya Manchester United bertemu rival sekota Manchester City di perempat final Liga Champions.

Undia Liga Champions Dan Mourinho Menginginkan Manchester United Melawan Manchester City
Undia Liga Champions Dan Mourinho Menginginkan Manchester United Melawan Manchester City


Undian perempat final turnamen level elite antarklub Eropa itu akan digelar di markas UEFA, Nyon, Swiss, Jumat (15/3) pukul 12.00 waktu setempat atau pukul 18.00 WIB.

Setiap peserta di babak perempat final berpeluang saling bertemu, termasuk klub dari negara yang sama. Liga Primer Inggris yang menempatkan empat wakil di babak ini dianggap layak untuk saling bertemu.

Lebih jauh lagi, mantan pelatih Real Madrid dan Inter Milan itu juga berharap dua wakil Inggris berada di semifinal. Karena itu, Mourinho ingin empat tim Liga Primer Inggris saling bertemu di babak delapan besar ini.

Salah satunya duel Setan merah menghadapi The Citizens dalam Derby Manchester. Sedangkan Liverpool vs Tottenham Hotspur.

"Saya ingin klub-klub Inggris saling berhadapan, tanpa ada prioritas. Tetapi saya ingin ada dua pertandingan antara klub-klub Inggris, yang berarti dua tim Inggris di semifinal," ujar Mourinho kepada RT dikutip dari Mirror.

"Saya pikir hasil imbang bisa memberikan sesuatu jika menghasilkan Man City vs Man United, atau Tottenham vs Liverpool, misalnya. Saya pikir itu akan menjadi pertandingan yang benar-benar fantastis," Mourinho menambahkan.

Pertandingan-pertandingan lain yang diinginkan pelatih asal Portugal itu adalah dua tim kejutan Ajax Amsterdam vs FC Porto. Di antara empat pertandingan di perempat final Liga Champions, Mourinho tidak ingin Cristiano Ronaldo melawan Lionel Messi di babak tersebut.

"Saya tidak ingin Juventus melawan Barcelona, karena saya pikir itu akan menjadi sesuatu yang benar-benar spesial. Barcelona melawan Juventus kemungkinan akan bertemu di semifinal atau final," tutur Mourinho.

Babak perempat final akan dilaksanakan seperti babak 16 besar yang menggunakan dua leg. Leg pertama babak perempat final digelar pada 9 dan 10 April waktu setempat atau 10 dan 11 April waktu Indonesia.

Sedangkan leg kedua diselenggarakan di pekan berikutnya, yaitu pada 16 dan 17 April waktu setempat atau 17 dan 18 April waktu Indonesia.
Share:

Setan United Sering Tersingkir Di Perempat Final Piala Liga Champions 2019

Setan United Sering Tersingkir Di Perempat Final Piala Liga Champions 2019 - Manchester United menjadi klub yang paling banyak gagal di perempat final Liga Champions di antara delapan kontestan lainnya musim ini.



Dilansir UEFA, Manchester United tercatat enam kali gagal melaju ke semifinal Liga Champions. Kegagalan pertama terjadi pada musim 1997/98.

Kala itu, Man United disingkirkan AS Monaco. Klub asal Prancis itu unggul gol tandang usai menahan imbang MU 1-1 di Old Trafford setelah sebelumnya tanpa gol.

Setelah sukses meraih gelar juara di musim 1998/99, MU kembali gugur di perempat final selama dua musim berturut-turut. Langkah Setan Merah sedikit meningkat dengan terhenti di semifinal Liga Champions 2001/02.

Penampilan MU kembali menurun pada Liga Champions 2002/03. Alhasil, David Beckham dan kawan-kawan pun harus puas mengantar MU hanya sampai di babak perempat final.

Di era Wayne Rooney, MU juga pernah tersingkir di babak perempat final Liga Champions pada 2009/10.

Kali terakhir MU gagal di perempat final Liga Champions pada 2013/14. Skuat asuhan David Moyes gagal lolos ke semifinal usai kalah agregat 2-4 dari Bayern Munchen.

MU termasuk satu dari tujuh klub yang lolos ke babak perempat final Liga Champions musim ini. Tujuh klub lain yakni Ajax Amsterdam (Belanda), Barcelona (Spanyol), Liverpool (Inggris), Juventus (Italia), Manchester City (Inggris), Tottenham Hotspur (Inggris), dan FC Porto (Portugal).

Berikut ini daftar kegagalan di perempat final Liga Champions:

1. Manchester United: 6 kali
2. Juventus: 5 kali
3. FC Porto: 5 kali
4. Barcelona: 4 kali
5. Liverpool: 4 kali
6. Ajax: 4 kali
7. Tottenham Hotspur: 1 kali
8. Manchester City: 0
Share:

Kamis, 14 Maret 2019

Messi Mengatakan Ronaldo Melewati Momen Ajaib Cetak Hattrick 2019

Messi Mengatakan Ronaldo Melewati Momen Ajaib Cetak Hattrick 2019 - Lionel Messi memberi pujian kepada Cristiano Ronaldo dan Juventus yang berhasil membalikkan keadaan ketika menghadapi Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions 2018/2019.

Messi Mengatakan Ronaldo Melewati Momen Ajaib Cetak Hattrick 2019
Messi Mengatakan Ronaldo Melewati Momen Ajaib Cetak Hattrick 2019


Messi dan Ronaldo berhasil membawa klub masing-masing ke babak perempat final Liga Champions. Sebelum Messi dan Barcelona melewati Lyon, Ronaldo lebih dulu memastikan laju Juventus dengan mencetak hattrick dalam kemenangan 3-0 Bianconeri atas Atletico. Juventus maju ke perempat final dengan agregat 3-2 atas Los Colchoneros.

Keberhasilan Ronaldo yang mencetak tiga gol ke gawang Jan Oblak lewat dua sundulan dan satu eksekusi penalti memantik pujian Messi.

"Apa yang Cristiano Ronaldo dan Juventus lakukan sungguh impresif. Saya pikir Atletico Madrid bisa memberi perlawanan lebih alot. Ronaldo melewati malam yang penuh keajaiban dengan tiga gol," ucap Messi dikutip dari Marca.

Messi enggan memikirkan mengenai kemungkinan berhadapan dengan Juventus dan Ronaldo pada babak perempat final karena menurutnya semua lawan akan berada pada level yang sama.

"Semua lawan menyulitkan. Ajax contohnya, mereka menunjukkan memiliki tim yang luar biasa dihuni pemain muda dan mereka tidak takut siapapun. Bertemu siapapun akan sulit. Kami harus mempersiapkan diri untuk tantangan yang berat," jelas Messi.

Dalam tiga musim terakhir Barcelona gagal melangkah ke semifinal. Terakhir, pada musim lalu, Messi dan kawan-kawan tidak mampu melewati adangan AS Roma.

Sementara keberhasilan mengalahkan Lyon membuat Barcelona tampil pada babak perempat final Liga Champions untuk kali ke-12 secara beruntun setelah kali terakhir mentok di babak 16 besar pada musim 2006/2007.

"Mereka [Lyon] menyulitkan kami ketika skor 2-1 karena kami juga membuat diri kami sendiri pada situasi bola mati. Beruntung kami membuat skor 3-1 dan membuat kami kembali tenang," ucap Messi.

Dengan dua gol yang dibukukan saat melawan Lyon, Messi kini memimpin daftar topskor bersama dengan Robert Lewandowski dengan delapan gol.
Share:

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support