Minggu, 10 Februari 2019

Perseru Mundur Dari Dari Liga Satu LIB Tunggu Keputusan PSSI 2019

Perseru Mundur Dari Dari Liga Satu LIB Tunggu Keputusan PSSI 2019 - Diektur Operasional PT. Liga Indonesia Baru (LIB) Tigor Shalomboboy menyerahkan kepada PSSI terkait pengganti Perseru Serui yang dikabarkan memilih mundur dari kompetisi Liga 1 karena masalah finansial.

Perseru Mundur Dari Dari Liga Satu LIB Tunggu Keputusan PSSI 2019
Perseru Mundur Dari Dari Liga Satu LIB Tunggu Keputusan PSSI 2019


Tigor mengatakan sampai saat ini LIB belum mendapatkan surat pengunduran resmi dari Perseru. Manajemen Perseru sebelumnya dikabarkan memilih untuk mundur dari Liga 1 2019 dengan alasan masalah finansial akhir pekan lalu.

"Kami belum dapat [surat pengunduran] resminya. Jadi saya tidak bisa komentar dulu. Kalau terkait perserta dan jumlah peserta di kompetisi, itu wewenangnya ada di PSSI. Kompetisi itu sejatinya milik PSSI," kata Tigor kepada CNNIndonesia.com, Senin (11/2).

Tigor mengatakan kasus terakhir terkait kekurangan kuota klub di kompetisi terjadi pada 2008, yakni ketika ada dua klub yang tidak lolos lisensi. Saat itu PSSI mengganti dua klub baru untuk memenuhi kuota peserta kompetisi.

Kasus yang sama juga terjadi di Liga 2 saat ini di mana PS Mojokerto Putra yang dipastikan tidak bisa tampil di Liga 2 lantaran dihukum terkait kasus pengaturan pertandingan. Menyoal hal itu, LIB juga masih menunggu keputusan dari PSSI.

"Di regulasi kompetisi sebenarnya ada aturannya, soal bagaimana pengunduran diri sebelum kompetisi dimulai. Ada pasal khusus yang mengatur pengunduran diri baik sebelum atau pada saat kompetisi berjalan," ucap Tigor.

Kabar yang beredar Perseru telah dijual kepada salah satu pengusaha sekaligus pemilik klub sepak bola di Lampung. Tigor mengatakan jika rumor itu benar terjadi artinya cerita yang sama dengan merger yang dilakukan klub Liga 1, PS TIRA bersama Persikabo Bogor yang merupakan klub di Liga 3.

"Aturan jelasnya kami tidak tahu karena kembali lagi wewenang itu ada di PSSI terkait merger atau penggabungan [dua klub]. Diperbolehkan atau tidak, itu wewenang di PSSI. Mereka [PSSI] harusnya punya regulasi soal keanggotaan," ucap Tigor.

Tigor sadar adanya merger antara dua klub beda kasta yang sama-sama anggota PSSI ini bisa menjadi polemik bagi klub-klub lain. Pasalnya, klub yang berada di level lebih rendah bisa dengan mudah naik kasta tanpa melalui perjuangan di lapangan.

"Harus ada aturan jelas. Ini juga akan menyangkut pada kepemilikan. Siapa yang memiliki? Apa ada kaitan dengan cross ownership di satu kompetisi yang sama oleh orang yang sama? Selain ada aspek keolahragaannya, sebagai anggota PSSI ada aspek hukum juga yang harus kita perhatikan. Sebenarnya tidak mudah untuk merger seperti ini. Aturannya belum jelas," ucap Tigor.

Dikonfirmasi terpisah Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria mengaku belum menerima surat resmi pengunduran diri Perseru Serui. Karena itu juga PSSI belum ingin menjawab soal itu.

"Tunggu RUPS tanggal 18 Februari dahulu, setelah itu silakan ditanyakan kembali hal-hal terkait itu," ucap Tisha.
Share:
Lokasi: Jakarta, Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support