• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 20 Maret 2019

Lorenzo Merasa Dianggap Begitu Sombong Karena Dia Tidak Takut Valentino Rossi 2019

Lorenzo Merasa Dianggap Begitu Sombong Karena Dia Tidak Takut Valentino Rossi 2019 - Jorge Lorenzo merasa orang-orang menganggapnya sombong karena pernah berkomentar tidak takut bersaing dengan Valentino Rossi.

Lorenzo Merasa Dianggap Begitu Sombong Karena Dia Tidak Takut Valentino Rossi 2019
Lorenzo Merasa Dianggap Begitu Sombong Karena Dia Tidak Takut Valentino Rossi 2019


Lorenzo kemudian mengingat momen ketika ia menjalani debut di MotoGP pada 2008. Saat itu ia mencoba menjawab pertanyaan jurnalis ihwal persaingannya dengan Rossi sebagai pebalap pendatang baru di MotoGP 2008.

Dalam wawancara ekslusif dengan Dazn seperti dikutip dari Sportal, pebalap asal Spanyol itu mengakui terlalu polos ketika itu.

"Mungkin karena kecerobohan atau kebodohan ketika saya kali pertama berada di MotoGP, saya merasa tidak takut kepada pebalap manapun," ujar Lorenzo.

"Kemudian saya secara terbuka mengatakan bahwa saya tidak akan mendewakan Valentino Rossi. Tak ada yang tidak terkalahkan. Mungkin karena itu pula orang-orang menganggap saya arogan, tapi saya memang tidak takut akan apapun atau siapapun."

Lorenzo tercatat sudah meraih gelar juara MotoGP sebanyak tiga kali. Titel pertamanya didapat dua tahun setelah karier pertamanya di ajang balap motor kelas utama tersebut.

Berikutnya, ia sukses menjadi juara MotoGP pada tahun 2012 dan 2015. Lorenzo pun mengungkapkan momen tak terlupakan di antara tahun suksesnya tersebut.

"[Juara pada 2015] ditentukan pada tikungan terakhir di seri pemungkas, tapi saya sudah pernah merasakan gelar juara sebelumnya. [Gelar juara MotoGP 2015] sangat menarik dan sulit untuk diraih, tapi tidak semenarik sukses pertama pada 2010," kenang Lorenzo.

Lorenzo juga mengungkapkan pernah bercita-cita menjadi pesepakbola atau menggeluti dunia peran saat masih kecil.

"Sepeda motor adalah gairah saya. Saat masih kecil, saya selalu mengimpikan menjadi penyerang [pesepakbola] atau aktor. Namun, saya sadar bahwa tujuan utama dalam pikiran saya menjadi juara dunia [MotoGP]," ujar Lorenzo.

Pebalap yang kini rekan setim Marc Marquez di tim Repsol Honda pun tak memungkiri bukan perkara mudah untuk bisa mengulangi sukses meraih juara dunia.

"Anda percaya dengan potensi dan yakin dengan diri Anda, tapi ketika Anda belum menjadi juara, ada keraguan: 'Bisakan saya melakukannya?' Ketika Anda berhasil, baru mengetahui bahwa Anda bisa. Permasalahannya sebenarnya hanya tinggal mengulangi saja. Memang terlihat mudah, tapi kenyataannya sangat rumit," kata Lorenzo.
Share:

Pemain MMA McGregor Mengatakan Ronaldo Sudah Tua Tetapi Sanggup Mencetak Hattrick

Pemain MMA McGregor Mengatakan Ronaldo Sudah Tua Tetapi Sanggup Mencetak Hattrick - Bintang UFC, Conor McGregor memberikan pujian pada Cristiano Ronaldo yang sanggup mencetak hattrick ke Atletico Madrid di usia 34 tahun.

Pemain MMA McGregor Mengatakan Ronaldo Sudah Tua Tetapi Sanggup Mencetak Hattrick
Pemain MMA McGregor Mengatakan Ronaldo Sudah Tua Tetapi Sanggup Mencetak Hattrick


Ronaldo membantu Juventus menciptakan keajaiban di babak 16 besar Liga Champions. Hattrick Ronaldo mengantar Juventus menang 3-0 sekaligus menutup kekalahan 0-2 yang diderita Juventus pada leg pertama.

Keberhasilan Ronaldo mencetak hattrick itu meninggalkan kekaguman pada banyak orang, termasuk McGregor.

"Lihat apa yang ia lakukan di Liga Champions pada usia 34 tahun. Ia mencetak hattrick saat dirinya jadi sorotan dan melakukan itu saat menghadapi salah satu tim dengan pertahanan terbaik di dunia," kata McGregor dalam wawancara dengan FIFA, dikutip dari Juvenews.

McGregor menyebut banyak hal yang bisa dicontoh dari Ronaldo yang tetap bisa tampil konsisten selama bertahun-tahun.

"Cristiano Ronaldo adalah sosok fenomenal sebagai seorang olahragawan. Dia adalah orang yang hebat. Kedisiplinan, sikap yang perfeksionis dan dedikasi terhadap mimpi yang dimiliki Ronaldo adalah inspirasi," ujar McGregor.

McGregor sendiri sedikit lagi terbebas dari sanksi enam bulan larangan bertanding yang membelitnya usai terlibat dalam keributan usai laga lawan Khabib Nurmagomedov.

McGregor sendiri belum memutuskan langkah berikutnya usai dirinya terbebas dari sanksi larangan bertanding. Namun McGregor masih menyimpan hasrat untuk bisa rematch lawan Khabib.
Share:

Senin, 18 Maret 2019

Kekalahan Ganda AC Milan Dan Kemenangan Penting Bagi Inter Milan 2019

Kekalahan Ganda AC Milan Dan Kemenangan Penting Bagi Inter Milan 2019 - Pelatih AC Milan Gennaro Gattuso menyebut I Rossoneri mengalami kekalahan ganda saat tumbang 2-3 dari Inter Milan dalam derby Milan Liga Italia di San Siro, Senin (17/3) dini hari WIB.

Kekalahan Ganda AC Milan Dan Kemenangan Penting Bagi Inter Milan 2019
Kekalahan Ganda AC Milan Dan Kemenangan Penting Bagi Inter Milan 2019


AC Milan yang tengah dalam tren positif di Liga Italia justru harus menyudahi laga dengan kekalahan dari Inter Milan yang justru tengah mengalami masalah. Bukan hanya kehilangan posisi ketiga, pertikaian Franck Kessie dan Lucas Biglia juga jadi hal yang membuat Gattuso kecewa.

"Kekalahan yang paling menyakitkan saya adalah [Franck] Kessie dan melihat apa yang terjadi di bangku cadangan. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa saya terima dengan cara saya melihat sepakbola, cara saya melihat tim dan etika grup," ucap Gattuso dikutip dari Football Italia.

Gattuso harus menyelesaikan cekcok yang terjadi antara Kessie dan Biglia yang di bangku cadangan. Kessie ditarik keluar lapangan dan digantikan Andrea Conti di babak kedua yang kemudian berujung pada pertikaian dengan Biglia.

"Harus ada rasa hormat untuk semua orang di ruang ganti dan itu tidak bisa diterima. Sebagai pelatih, saya harus menjaga disiplin di ruang ganti dan para pemain tahu betapa saya peduli terhadap hal itu," ungkap Gattuso.

"Anda dapat mengkritik taktik saya, tetapi saya membangun karier saya berdasarkan rasa hormat, etika grup, mewakili jersey, menghormati rekan setim yang belum bermain selama berbulan-bulan. Ini sangat berarti bagi saya dan itulah sebabnya ini adalah kekalahan ganda," imbuhnya.

Sementara itu, pelatih Inter Milan Luciano Spalletti mengatakan kemenangan atas Milan merupakan kemenangan penting.

"Kemenangan derby ini muncul sebagai hasil [balasan] dari kekalahan pada pertandingan melawan Eintracht Frankfurt [Babak 16 besar Liga Eropa]. Jika tidak bisa mengklarifikasi apa yang terjadi ketika itu, ada risiko Anda bakal ditinggalkan [penggemar]."

"Pertandingan hari ini benar-benar berbeda dari yang sebelumnya," ucap Spalletti.

Inter Milan kini berada di posisi ketiga dengan nilai 53 poin, unggul dua angka atas AC Milan yang kini turun ke posisi keempat.
Share:

Berikut Ada Lima Pemain Yang Mendapatkan Standing Ovation Sperti Messi 2019

Berikut Ada Lima Pemain Yang Mendapatkan Standing Ovation Sperti Messi 2019 - Lionel Messi tampil gemilang saat Barcelona mengalahkan Real Betis 4-1 di Stadion Benito Villamarin dalam laga lanjutan Liga Spanyol, Minggu (17/3) waktu setempat.

Berikut Ada Lima Pemain Yang Mendapatkan Standing Ovation Sperti Messi 2019
Berikut Ada Lima Pemain Yang Mendapatkan Standing Ovation Sperti Messi 2019


La Pulga sukses mencetak hattrick ke gawang Real Betis. Satu gol lagi diciptakan bomber asal Uruguay, Luis Suarez.

Messi mencetak gol pertama lewat tendangan bebas sedikit di depan kotak penalti pada menit ke-18. Di pengujung babak pertama, Messi kembali membobol gawang Real Betis yang dikawal Pau Lopez memanfaatkan umpan Gerard Pique.

Lima menit jelang laga usai, Messi mengukir hattrick lewat tendangan cungkil yang mengelabui Pau Lopez. Ia pun mendapatkan standing ovation dari pendukung tuan rumah usai mencetak gol ketiga di laga tersebut.

Penghormatan yang diberikan suporter Real Betis pada Messi bukan yang pertama terjadi di sepak bola. Berikut lima pemain yang juga dapat standing ovation dari suporter lawan:

1. Ronaldo Nazario

Ronaldo mencetak hattrick ke gawang Manchester United di leg kedua perempat final Liga Champions pada 23 April 2003.

Tiga gol itu membuat Los Merengues kalah dengan skor tipis 3-4 dari tuan rumah. Namun, Real Madrid tetap lolos karena di leg pertama menang 3-1.

Saat Ronaldo digantikan Santiago Solari, suporter Manchester United memberikan standing ovation. Penghormatan itu diberikan karena striker asal Brasil itu tampil luar biasa sepanjang pertandingan.

2. Ronaldinho

Bintang asal Brasil lainnya, Ronaldinho, juga pernah mendapatkan standing ovation dari suporter lawan.

Momen itu terjadi pada 19 November 2005 saat Barcelona tandang ke markas Real Madrid. Di laga tersebut, Ronaldinho bermain luar biasa dan sulit diadang pemain Los Blancos.

Ronaldinho mencetak dua gol lewat aksi individu brilian dan membawa Blaugrana menang 3-0 di Santiago Bernabeu. Fan tuan rumah pun bertepuk tangan sambil berdiri karena kagum melihat performa Ronaldinho.

3. Andres Iniesta

Pemain yang saat ini memperkuat Vissel Kobe pernah mendapatkan standing ovation dari fan Sevilla dan Barcelona di final Copa del Rey tahun 2018.

Di laga tersebut, Iniesta mencetak satu dari lima gol kemenangan Blaugrana atas Sevilla. Ia pun mendapatkan penghormatan dari fan Sevilla dan Barcelona di Stadion Wanda Metropolitano saat digantikan pada menit ke-88.

Penghormatan yang diberikan suporter kedua tim semakin manis karena Iniesta berhasil mengangkat trofi Copa del Rey di akhir pertandingan.

4. Cristiano Ronaldo

CR7 mendapatkan apresiasi besar saat Real Madrid mengalahkan Juventus 3-0 di Stadion Allianz pada leg pertama perempat final Liga Champions 2017/2018.

Standing ovation pun diberikan pada Ronaldo saat ia membobol gawang Gianluigi Buffon lewat tendangan salto.

Gol itu berawal dari umpan silang Dani Carvajal yang sebenarnya agak terlalu tinggi. Namun, Ronaldo dengan respons cepat melakukan tendangan akrobat yang membuat Buffon tidak berkutik.

5. Steven Gerrard

Gerrard menjadi pemain terakhir yang mendapatkan standing ovation dari suporter lawan. Penghormatan itu terasa spesial karena datang dari fan Chelsea.

Peristiwa itu terjadi saat Liverpool bermain imbang dengan Chelsea 1-1 di Liga Inggris tahun 2015. Di laga itu, Gerrard menciptakan gol penyama kedudukan ke gawang Chelsea.

Sebelas menit jelang laga usai, Gerrard ditarik keluar pelatih Liverpool Brendan Rodgers. Mantan kapten timnas Inggris keluar lapangan diiringi dengan tepukan tangan dari suporter Chelsea dan juga manajer tim London Barat, Jose Mourinho.
Share:

Minggu, 17 Maret 2019

Berikut Jadlwal Pertandingan Dua Wakil Indonesia Di Final Swiss Terbuka 2019

Berikut Jadlwal Pertandingan Dua Wakil Indonesia Di Final Swiss Terbuka 2019 - Dua wakil Indonesia akan berlaga di final turnamen bulutangkis Swiss Terbuka 2019, Minggu (17/3). Keduanya adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Berikut Jadlwal Pertandingan Dua Wakil Indonesia Di Final Swiss Terbuka 2019
Berikut Jadlwal Pertandingan Dua Wakil Indonesia Di Final Swiss Terbuka 2019


Rinov/Pitha melangkah ke partai puncak ganda campuran usai mengalahkan wakil Taiwan, Ching Yao Lu/Chia Hsin Lee dengan 21-13, 19-21, dan 21-9. Unggulan kedelapan Swiss Terbuka 2019 ini akan menghadapi wakil Denmark, Mathias Bay-Smidt/Rikke Soby di final.

Rinov/Pitha dan Bay-Smidt/Soby belum pernah bertemu sebelumnya. Pertandingan antara dua pasangan ganda campuran ini akan mulai berlangsung pukul 18.00 WIB.

Sementara itu, Fajar/Rian melangkah mulus ke final setelah menang dua gim langsung atas ganda Inggris, Marcus Ellis/Chris Langridge, 21-16 dan 21-19.

Fajar/Rian tak menemui kesulitan berarti saat mengalahkan ganda asal Inggris di semifinal. Mereka menutup dengan mudah gim pertama dengan skor 21-16. Ellis/Langridge juga tak mampu memberikan perlawanan berarti dan kembali dikalahkan dengan mudah lewat skor akhir 21-19.

Fajar/Rian akan menghadapi ganda Taiwan, Lee Yang/Wang Chi-Lin. Keduanya melangkah ke final berkat kemenangan atas wakil Korea Selatan Gu Jung/Lee Yong Dae di semifinal.

Fajar/Rian akan meladeni Yang/Chi-Lin yang menjadi pertemuan pertama bagi keduanya pada pukul 22.00 WIB.
Share:

Berikut Fakta Usai Manchested United Gagal Ke Semifinal Piala FA 2019

Berikut Fakta Usai Manchested United Gagal Ke Semifinal Piala FA 2019 - Manchester United harus menerima kenyataan gagal lolos ke semifinal Piala FA. The Red Devils tersingkir di perempat final usai takluk 1-2 dari Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux, Sabtu (16/3) waktu setempat.

Berikut Fakta Usai Manchested United Gagal Ke Semifinal Piala FA 2019
Berikut Fakta Usai Manchested United Gagal Ke Semifinal Piala FA 2019


Dua gol Wolves yang membuat Manchester United tersungkur dicetak Raul Jimenez pada menit ke-70 dan Diogo Jota setelah menerima umpan Ruben Neves, enam menit berselang. Sementara Manchester United hanya bisa memperkecil skor lewat gol Marcus Rashford pada masa injury time babak kedua.

Di laga ini, Manchester United mendominasi penguasaan bola dengan 61 persen berbanding 39 persen milik tuan rumah. Namun, dominasi dalam hal penguasaan bola tidak banyak menolong Manchester United di  laga ini.

Wolves tercatat melakukan 17 kali upaya mencetak gol dan tujuh peluang mengarah ke gawang Sergio Romero. Sedangkan Manchester United hanya melakukan dua tembakan ke gawang dari 11 usaha untuk menciptakan gol.

Hasil negatif di kandang Wolves ini juga membuat Solskjaer menelan kekalahan ketiga sejak menangani Manchester United. Dua kekalahan sebelumnya dialami Solskjaer dari Paris Saint-Germain di Liga Champions dan Arsenal di Liga Inggris.

Berikut delapan fakta menarik yang dirangkum Opta setelah Manchester United disingkirkan Wolves:

1. Wolves berhasil lolos ke semifinal untuk kali ke-15 dan yang pertama sejak 1997/1998.

2. Manchester United menelan dua kekalahan beruntun untuk pertama kali sejak ditangani Ole Gunnar Solskjaer. The Red Devils terakhir kali menelan dua kekalahan beruntun pada Desember 2018 pada era Jose Mourinho.

3. Wolves berhasil memenangi tiga laga beruntun di Piala FA untuk pertama kali sejak Februari 2003.

4. Manchester United kalah dari Wolves di Piala FA untuk kali pertama sejak Januari 1973. Kekalahan ini juga menjadi yang pertama bagi Setan Merah dalam empat pertemuan dengan Wolves di perempat final.

5. Solskjaer kini telah menelan dua kekalahan sebagai manajer dari Wolves. Kekalahan pertama terjadi saat manajer asal Norwegia itu menukangi Cardiff City di pentas Championship dengan skor 0-1 pada Agustus 2014.

6. Satu gol ke gawang Manchester United membuat Raul Jimenez telah mencetak 15 gol di semua kompetisi musim ini.

7. Enam gol terakhir Wolves di semua ajang diciptakan Raul Jimenez (4 gol) dan Diogo Jota (2 gol).

8. Delapan dari 12 gol Marcus Rashford di semua ajang musim ini tercipta saat Manchester United ditukangi Solskjaer.
Share:

Sabtu, 16 Maret 2019

Meraih Pole GP Australia Hamilton Samai Rekor Schumacher 2019

Meraih Pole GP Australia Hamilton Samai Rekor Schumacher 2019 - Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton berhak atas pole position F1 GP Australia setelah memenangkan pertarungan sengit melawan rekan setimnya, Valtteri Bottas, Sabtu (16/3).

Meraih Pole GP Australia Hamilton Samai Rekor Schumacher 2019
Meraih Pole GP Australia Hamilton Samai Rekor Schumacher 2019


Bottas menorehkan waktu 1 menit 20,598 detik dan sempat menjadi pebalap dengan catatan waktu tercepat. Namun kemudian Lewis Hamilton berhasil mengalahkan catatan waktu itu dengan torehan 1 menit 20,486 detik.

Catatan waktu Hamilton tak lagi sanggup digusur oleh pebalap lain sehingga Hamilton berhak atas pole position GP Australia.

Dengan keberhasilan Hamilton meraih pole position, maka Hamilton sudah delapan kali meraih pole position GP Australia. Ia menyamai rekor Michael Schumacher dan Ayrton Senna sebagai pebalap dengan jumlah pole terbanyak dalam sebuah seri F1.

Posisi ketiga GP Australia akan ditempati oleh Sebastian Vettel yang menyelesaikan kualifikasi dengan catatan waktu lebih lambat 0,704 detik dari Hamilton. Pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen ada di posisi keempat disusul Charles Leclerc dari Ferrari di posisi kelima.

Duo Haas F1 Team, Romain Grosjean dan Kevin Magnussen bakal start dari posisi keenam dan ketujuh,. Pebalap McLaren, Lando Norris start di posisi kedelapan, disusul Kimi Raikkonen (Alfa Romeo) dan Sergio Perez (Racing Point) di posisi kesembilan dan kesepuluh.

F1 GP Australia merupakan seri pertama F1 2019. Pada dua musim terakhir, pebalap Ferrari, Sebastian Vettel jadi yang terbaik di seri ini.
Share:

Menghadapi Manchester United Malah Memikirkan Ronaldo 2019

Menghadapi Manchester United Malah Memikirkan Ronaldo 2019 - Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer menilai peluang timnya jadi juara Liga Champions tidak terlalu terbuka lebar lantaran banyak tim hebat dan masih ada Cristiano Ronaldo di perempat final.

Menghadapi Manchester United Malah Memikirkan Ronaldo 2019
Menghadapi Manchester United Malah Memikirkan Ronaldo 2019


Manchester United tak akan berjumpa Ronaldo dan Juventus di babak perempat final dan baru bisa bersua jika kedua tim tersebut terus melaju hingga babak final.

Namun Solskjaer tetap menaruh perhatian pada Ronaldo. Solskjaer menganggap Ronaldo jadi salah satu faktor yang membuat Solskjaer berpikir realitsis.

"Tentu saja masih ada tim-tim dengan kualitas hebat. Tentu saja dengan masih adanya Cristiano Ronaldo, saya tidak berpikir peluang juara terbuka begitu lebar."

"Saya rasa semua tetap berpeluang. Porto bisa memenangkan Liga Champions di 2004 sedangkan Monaco lolos ke final. Ajax, kalian tak akan pernah tahu. Dalam sebuah hari yang baik, setiap tim bisa saling mengalahkan," ujar Solskjaer seperti dikutip dari Manchester Evening News.

Solskjaer kemudian dikaitkan dengan sosok Roberto Di Matteo. Di Matteo sempat jadi caretaker Chelsea dan akhirnya membawa tim tersebut juara Liga Champions 2012. Namun tak lama kemudian, Di Matteo harus dipecat Chelsea.

"Saya tentu saja ingin mengikuti salah satu jejaknya, bukan memiliki keduanya [juara kemudian dipecat]. nNamun sejujurnya saya tidak terlalu memikirkan hal itu," tutur Solskjaer.

Di tangan Solskjaer, Manchester United berhasil bangkit dan meningkatkan kualitas permainan. Selain bertahan di Liga Champions, Manchester United juga masih memiliki peluang di Piala FA.

Manchester United akan menghadapi Wolverhampton pada Sabtu (16/3) di babak perempat final Piala FA.

Sedangkan di Liga Inggris, Solskjaer berharap bisa mengakhiri musim dengan duduk di posisi empat besar sehingga menggenggam tiket ke Liga Champions musim depan.
Share:

Jumat, 15 Maret 2019

Undia Liga Champions Dan Mourinho Menginginkan Manchester United Melawan Manchester City

Undia Liga Champions Dan Mourinho Menginginkan Manchester United Melawan Manchester City - Jose Mourinho berharap mantan klubnya Manchester United bertemu rival sekota Manchester City di perempat final Liga Champions.

Undia Liga Champions Dan Mourinho Menginginkan Manchester United Melawan Manchester City
Undia Liga Champions Dan Mourinho Menginginkan Manchester United Melawan Manchester City


Undian perempat final turnamen level elite antarklub Eropa itu akan digelar di markas UEFA, Nyon, Swiss, Jumat (15/3) pukul 12.00 waktu setempat atau pukul 18.00 WIB.

Setiap peserta di babak perempat final berpeluang saling bertemu, termasuk klub dari negara yang sama. Liga Primer Inggris yang menempatkan empat wakil di babak ini dianggap layak untuk saling bertemu.

Lebih jauh lagi, mantan pelatih Real Madrid dan Inter Milan itu juga berharap dua wakil Inggris berada di semifinal. Karena itu, Mourinho ingin empat tim Liga Primer Inggris saling bertemu di babak delapan besar ini.

Salah satunya duel Setan merah menghadapi The Citizens dalam Derby Manchester. Sedangkan Liverpool vs Tottenham Hotspur.

"Saya ingin klub-klub Inggris saling berhadapan, tanpa ada prioritas. Tetapi saya ingin ada dua pertandingan antara klub-klub Inggris, yang berarti dua tim Inggris di semifinal," ujar Mourinho kepada RT dikutip dari Mirror.

"Saya pikir hasil imbang bisa memberikan sesuatu jika menghasilkan Man City vs Man United, atau Tottenham vs Liverpool, misalnya. Saya pikir itu akan menjadi pertandingan yang benar-benar fantastis," Mourinho menambahkan.

Pertandingan-pertandingan lain yang diinginkan pelatih asal Portugal itu adalah dua tim kejutan Ajax Amsterdam vs FC Porto. Di antara empat pertandingan di perempat final Liga Champions, Mourinho tidak ingin Cristiano Ronaldo melawan Lionel Messi di babak tersebut.

"Saya tidak ingin Juventus melawan Barcelona, karena saya pikir itu akan menjadi sesuatu yang benar-benar spesial. Barcelona melawan Juventus kemungkinan akan bertemu di semifinal atau final," tutur Mourinho.

Babak perempat final akan dilaksanakan seperti babak 16 besar yang menggunakan dua leg. Leg pertama babak perempat final digelar pada 9 dan 10 April waktu setempat atau 10 dan 11 April waktu Indonesia.

Sedangkan leg kedua diselenggarakan di pekan berikutnya, yaitu pada 16 dan 17 April waktu setempat atau 17 dan 18 April waktu Indonesia.
Share:

Setan United Sering Tersingkir Di Perempat Final Piala Liga Champions 2019

Setan United Sering Tersingkir Di Perempat Final Piala Liga Champions 2019 - Manchester United menjadi klub yang paling banyak gagal di perempat final Liga Champions di antara delapan kontestan lainnya musim ini.



Dilansir UEFA, Manchester United tercatat enam kali gagal melaju ke semifinal Liga Champions. Kegagalan pertama terjadi pada musim 1997/98.

Kala itu, Man United disingkirkan AS Monaco. Klub asal Prancis itu unggul gol tandang usai menahan imbang MU 1-1 di Old Trafford setelah sebelumnya tanpa gol.

Setelah sukses meraih gelar juara di musim 1998/99, MU kembali gugur di perempat final selama dua musim berturut-turut. Langkah Setan Merah sedikit meningkat dengan terhenti di semifinal Liga Champions 2001/02.

Penampilan MU kembali menurun pada Liga Champions 2002/03. Alhasil, David Beckham dan kawan-kawan pun harus puas mengantar MU hanya sampai di babak perempat final.

Di era Wayne Rooney, MU juga pernah tersingkir di babak perempat final Liga Champions pada 2009/10.

Kali terakhir MU gagal di perempat final Liga Champions pada 2013/14. Skuat asuhan David Moyes gagal lolos ke semifinal usai kalah agregat 2-4 dari Bayern Munchen.

MU termasuk satu dari tujuh klub yang lolos ke babak perempat final Liga Champions musim ini. Tujuh klub lain yakni Ajax Amsterdam (Belanda), Barcelona (Spanyol), Liverpool (Inggris), Juventus (Italia), Manchester City (Inggris), Tottenham Hotspur (Inggris), dan FC Porto (Portugal).

Berikut ini daftar kegagalan di perempat final Liga Champions:

1. Manchester United: 6 kali
2. Juventus: 5 kali
3. FC Porto: 5 kali
4. Barcelona: 4 kali
5. Liverpool: 4 kali
6. Ajax: 4 kali
7. Tottenham Hotspur: 1 kali
8. Manchester City: 0
Share:

Kamis, 14 Maret 2019

Messi Mengatakan Ronaldo Melewati Momen Ajaib Cetak Hattrick 2019

Messi Mengatakan Ronaldo Melewati Momen Ajaib Cetak Hattrick 2019 - Lionel Messi memberi pujian kepada Cristiano Ronaldo dan Juventus yang berhasil membalikkan keadaan ketika menghadapi Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions 2018/2019.

Messi Mengatakan Ronaldo Melewati Momen Ajaib Cetak Hattrick 2019
Messi Mengatakan Ronaldo Melewati Momen Ajaib Cetak Hattrick 2019


Messi dan Ronaldo berhasil membawa klub masing-masing ke babak perempat final Liga Champions. Sebelum Messi dan Barcelona melewati Lyon, Ronaldo lebih dulu memastikan laju Juventus dengan mencetak hattrick dalam kemenangan 3-0 Bianconeri atas Atletico. Juventus maju ke perempat final dengan agregat 3-2 atas Los Colchoneros.

Keberhasilan Ronaldo yang mencetak tiga gol ke gawang Jan Oblak lewat dua sundulan dan satu eksekusi penalti memantik pujian Messi.

"Apa yang Cristiano Ronaldo dan Juventus lakukan sungguh impresif. Saya pikir Atletico Madrid bisa memberi perlawanan lebih alot. Ronaldo melewati malam yang penuh keajaiban dengan tiga gol," ucap Messi dikutip dari Marca.

Messi enggan memikirkan mengenai kemungkinan berhadapan dengan Juventus dan Ronaldo pada babak perempat final karena menurutnya semua lawan akan berada pada level yang sama.

"Semua lawan menyulitkan. Ajax contohnya, mereka menunjukkan memiliki tim yang luar biasa dihuni pemain muda dan mereka tidak takut siapapun. Bertemu siapapun akan sulit. Kami harus mempersiapkan diri untuk tantangan yang berat," jelas Messi.

Dalam tiga musim terakhir Barcelona gagal melangkah ke semifinal. Terakhir, pada musim lalu, Messi dan kawan-kawan tidak mampu melewati adangan AS Roma.

Sementara keberhasilan mengalahkan Lyon membuat Barcelona tampil pada babak perempat final Liga Champions untuk kali ke-12 secara beruntun setelah kali terakhir mentok di babak 16 besar pada musim 2006/2007.

"Mereka [Lyon] menyulitkan kami ketika skor 2-1 karena kami juga membuat diri kami sendiri pada situasi bola mati. Beruntung kami membuat skor 3-1 dan membuat kami kembali tenang," ucap Messi.

Dengan dua gol yang dibukukan saat melawan Lyon, Messi kini memimpin daftar topskor bersama dengan Robert Lewandowski dengan delapan gol.
Share:

Klub Inggris Berpotensi Saling Sikut Di Liga Champions 2019

Klub Inggris Berpotensi Saling Sikut Di Liga Champions 2019 - Empat wakil Inggris yaitu Tottenham Hotspur, Manchester United, Manchester City, dan Liverpool berhasil melangkah ke perempat final Liga Champions 2018/2019. Hasil ini membuat keempat tim tersebut berpotensi saling sikut di fase selanjutnya.

Klub Inggris Berpotensi Saling Sikut Di Liga Champions 2019
Klub Inggris Berpotensi Saling Sikut Di Liga Champions 2019


Tottenham dan Manchester United merupakan dua tim asal Inggris pertama yang melangkah dari babak 16 besar. Tottenham menyingkirkan Borussia Dortmund dengan agregat 4-0 usai menang 3-0 di kandang dan menang 1-0 saat tandang.

Sedangkan Manchester United harus berjuang keras untuk lolos dari adangan Paris Saint-Germain. Kalah 0-2 di Old Trafford, Setan Merah membuat keajaiban usai menang 3-1 di kandang lawan dan lolos berkat agregat gol tandang.

Sepekan berselang, Manchester City mengikuti jejak rival sekota mereka. Mengantongi kemenangan 3-2 atas Schalke di leg pertama, anak asuh Pep Guardiola mengamuk karena berhasil menang tujuh gol tanpa balas di Stadion Etihad. Agregat 10-2 juga menjadi rekor kemenangan bagi The Citizens di pentas Eropa.

Liverpool kemudian menggenapi empat wakil Inggris yang lolos ke perempat final pada Rabu (13/3) waktu setempat. Bermain tanpa gol 0-0 saat bermain di Anfield, Liverpool tampil luar biasa untuk menang 3-1 atas Die Roten di Allianz Arena.

Keberadaan empat klub Inggris di perempat final mengulangi momen 10 tahun silam atau musim 2008/2009. Ketika itu, Manchester United, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool sukses melangkah ke delapan besar.

Satu musim sebelumnya, wakil dari Negeri Ratu Elizabeth juga unjuk superioritas di fase gugur. Sama seperti musim 2008/2009, Manchester United, Liverpool, Arsenal, dan Chelsea lolos ke perempat final.

Hanya saja, potensi saling sikut wakil Inggris di perempat final Liga Champions sangat terbuka jelang undian perempat final Liga Champions di markas UEFA, di Nyon Swiss, Jumat (14/3). Hal ini dikarenakan tidak adanya larangan klub dari negara yang sama memasuki babak perempat final.

Di luar dominasi klub Inggris, empat tim lain di perempat final Liga Champions masing-masing diisi satu wakil dari Spanyol (Barcelona), Italia (Juventus), Portugal (FC Porto), dan Belanda (Ajax Amsterdam).
Share:

Rabu, 13 Maret 2019

Berikut Live Streaming PSM Melawan Lao Toyota FC Piala AFC 2019

Berikut Live Streaming PSM Melawan Lao Toyota FC Piala AFC 2019 - PSM Makassar akan menjalani pertandingan kedua di Piala AFC 2019 menghadapi Lao Toyota FC di Stadion Pakansari, Rabu (13/3) siang. Pertandingan tersebut dapat disaksikan melalui layanan live streaming.

Berikut Live Streaming PSM Melawan Lao Toyota FC Piala AFC 2019
Berikut Live Streaming PSM Melawan Lao Toyota FC Piala AFC 2019


Tim Juku Eja akan memburu kemenangan perdana di ajang Piala AFC. Pada pertandingan pertama yang berlangsung akhir Februari lalu, PSM bermain imbang 1-1 dengan Home United di Singapura.

Ketika itu PSM sempat memimpin lebih dulu melalui gol Eero Markkanen. Home United kemudian membalas melalui Hami Syahin.

Setelah matchday pertama, seluruh penghuni Grup H meraih satu poin. Untuk sementara, menurut situs resmi AFC, PSM berada di peringkat kedua di bawah klub Kaya Iloilo asal Filipina.

Kemenangan atas Lao Toyota dapat membuka kans PSM menjadi pemuncak klasemen sementara Grup H.

Pertandingan antara PSM dan Lao Toyota yang akan berlangsung di Stadion Pakansari pada Rabu (13/3) pukul 15.00 WIB itu akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi MNCTV. Selain itu penampilan Pasukan Ramang dapat disaksikan melalui layanan live streaming.

Setelah menjalani pertandingan di level Asia, PSM menjalani dua pertandingan Piala Presiden yang berakhir dengan kekalahan 0-1 dari Kalteng Putra dan Persipura Jayapura.

Dalam konferensi pers yang berlangsung Selasa (12/3), pelatih PSM Darije Kalezic berharap anak asuhnya dapat mendominasi pertandingan sejak awal laga.

Sementara tim tamu mengaku sudah memantau gaya main PSM termasuk empat pemain asing yang menjadi kekuatan runner-up Liga 1 musim lalu.

"Kami siap lawan PSM. Kami sudah siapkan taktik dan konsep bermain untuk mendapatkan hasil bagus pada laga tandang ini. Yang saya tahu PSM punya empat pemain asing, dua pemain baru dan dua lainnya pemain lama yang sudah tiga tahun bersama. Kami sudah mengamati dan kami juga punya empat pemain asing yang tidak kalah bagusnya," kata pelatih Lao, Jun Fukuda.
Share:

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support